nasional

Dari Indonesia ke Prancis, Bendera One Piece Jadi Simbol Perlawanan Generasi Z

Senin, 15 September 2025 | 14:13 WIB
Dari Indonesia ke Prancis, Bendera One Piece Jadi Simbol Perlawanan Generasi Z. (Juni Kriswanto/AFP melalui Getty Images)

Di Filipina, bendera Jolly Roger terlihat dalam acara lari antikorupsi di kampus University of the Philippines, Diliman, Quezon City.

Acara yang diikuti ribuan peserta itu kemudian viral setelah fotonya dibagikan ke forum One Piece di Reddit, yang memiliki jutaan anggota.

Baca Juga: Desakan Mundur Gus Yahya Menguat, Skandal PBNU dan Korupsi Haji Disorot

Sampai ke Prancis

Simbol perlawanan ini juga merambah Eropa. Pada 10 September, demonstran di Prancis mengibarkan bendera One Piece dalam aksi menolak kebijakan Presiden Emmanuel Macron yang memangkas layanan publik.

Bagi anak muda seperti Rohan Rai, 19 tahun asal Nepal, bendera Jolly Roger mencerminkan kebebasan, loyalitas, dan perlawanan atas ketidakadilan. Dia mengaku terinspirasi dari aksi-aksi protes di Indonesia.

Mengapa Generasi Z Memilih Bendera One Piece?

Menurut Dr. Natalie Pang, pakar komunikasi dari National University of Singapore, penggunaan bendera bajak laut memiliki makna simbolis.

Secara historis, bendera ini memang digunakan untuk menakut-nakuti. Namun, dalam konteks One Piece, simbol tersebut diartikan ulang menjadi lambang kebebasan, persahabatan, dan semangat mengejar mimpi.

Simbol yang sederhana tapi kuat seperti Jolly Roger mudah dipahami lintas budaya. Visual yang menonjol ini membantu generasi muda menyatukan aspirasi mereka tanpa harus banyak kata.

“Simbol populer bisa menjadi alat mobilisasi yang efektif karena mengikat orang berdasarkan nilai yang sama,” jelas Dr. Pang.

Baca Juga: Video Prabowo Subianto Tayang di Bioskop Viral, Begini Tanggapan Setneg

Perspektif dari Indonesia

Pengamat politik dari CSIS, Edbert Gani Suryahudaya, menilai fenomena ini menunjukkan bahwa aksi protes di Indonesia mendapat perhatian global.

Menurutnya, budaya populer seperti anime Jepang memang sudah melekat di kalangan anak muda, sehingga wajar jika akhirnya digunakan sebagai medium perlawanan.

Halaman:

Tags

Terkini