TITIKTEMU.CO – Mantan Menko Polhukam, Mahfud MD, membagikan pengalamannya terkait gaya kepemimpinan Nadiem Makarim semasa menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
Menurut Mahfud, Nadiem jarang melakukan interaksi dengan kalangan perguruan tinggi, bahkan pada masa penting penanganan pandemi Covid-19.
Mahfud mengenang saat Presiden Joko Widodo meminta agar perguruan tinggi mendapat arahan langsung mengenai kebijakan pandemi. Ia pun mengajak Nadiem berdialog virtual dengan para rektor se-Indonesia.
Baca Juga: Indonesia dan Amerika Serikat Masih Negosiasikan Tarif Resiprokal, Ini Empat Syarat dari Washington
"Di pikiran saya ini kan tugasnya Pak Mendikbud. Maka saya ajak Nadiem untuk bertemu virtual dengan rektor seluruh Indonesia," ujar Mahfud.
Namun, tanggapan para rektor membuat Mahfud terkejut. Para pimpinan kampus itu mengaku baru pertama kali mendapat kesempatan berdialog dengan menterinya sendiri.
"Yang muncul adalah para profesor dan rektor bilang alhamdulillah akhirnya bisa ditegur langsung menteri. Selama ini kami tidak pernah," ungkap Mahfud.
Baca Juga: Kenal Dekat? Luhut Pandjaitan Yakin Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Mampu Dongkrak Ekonomi RI
Ia menambahkan, para rektor mengeluhkan minimnya komunikasi dan arahan dari Nadiem selama menjabat.
Dari pengalaman itu, Mahfud menyimpulkan bahwa meski Nadiem dikenal bersih dan berintegritas, ia tidak cukup memahami cara kerja birokrasi pemerintahan.
"Menurut saya, Nadiem itu orang bersih, tetapi tidak paham birokrasi dan pemerintahan," tegas Mahfud.***