nasional

Misbakhun Dorong Penurunan Tarif PPN Jadi 10 Persen, Dinilai Bisa Ringankan Rakyat dan Pacu Sektor Riil

Jumat, 5 September 2025 | 22:27 WIB
Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun mengusulkan tarif PPN dari 11 persen menjadi 10 persen. (Tangkapan layar YouTube Komisi XI DPR RI Channel)

TITIKTEMU.CO – Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, mengajukan usulan agar tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) diturunkan dari 11 persen menjadi 10 persen.

Menurut Misbakhun, langkah ini dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus memberikan ruang bagi rakyat kecil untuk merasakan keringanan pajak.

“Hal ini (penurunan tarif pajak) juga sejalan dengan semangat Presiden Prabowo Subianto untuk meringankan penderitaan masyarakat Indonesia,” ujar Misbakhun dalam keterangannya pada 31 Agustus 2025.

Baca Juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi WNI, Lengkapi 5 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia

Politisi Partai Golkar itu juga menyinggung pesan Prabowo tentang “Wong Cilik Podho Gemuyu” atau rakyat kecil bisa tersenyum, sebagai bentuk perhatian nyata kepada masyarakat bawah. Ia menilai pesan tersebut sederhana, namun memiliki makna mendalam serta tujuan mulia.

“Harus ada kebijakan agar beban pajak rakyat kecil lebih diringankan pada situasi sekarang,” tambahnya.

Lebih lanjut, Misbakhun menegaskan bahwa penurunan tarif PPN dapat mendorong konsumsi masyarakat serta meningkatkan permintaan barang dan jasa. Kondisi tersebut diyakini akan memberi efek positif pada produktivitas sektor riil.

Baca Juga: Fantastis! DPRD DKI Terima Tunjangan Rumah Rp70,4 Juta/Bulan, Keputusan Gubernur Era Anies Jadi Sorotan

Selain itu, Ketua Umum DEPINAS SOKSI ini juga mengusulkan agar sejumlah produk pertanian yang masih dikenakan PPN dapat diberi tarif lebih rendah, yakni sekitar 8 persen. Menurutnya, kebijakan itu akan mendukung proses hilirisasi dan industrialisasi di bidang pertanian.

“Itu bisa menguatkan hilirisasi dan industrialisasi sektor pertanian. Langkah ini pasti memberi dampak tekanan pada penerimaan negara,” jelasnya.

Meski demikian, ia menekankan pentingnya menjaga daya beli masyarakat agar tetap kuat. Misbakhun memastikan bahwa DPR siap mendukung kebijakan fiskal yang berorientasi pada kepentingan rakyat.***

Tags

Terkini