nasional

Catat Tanggalnya! Blood Moon 7–8 September 2025 Akan Hiasi Langit Indonesia

Kamis, 4 September 2025 | 20:19 WIB
Catat Tanggalnya! Blood Moon 7–8 September 2025 Akan Hiasi Langit Indonesia. (Freepik)

TITIKTEMU.CO - Awal September ini akan  terjadi fenomena langit istimewa, gerhana bulan total atau Blood Moon. Fenomena langit ini akan terlihat di sebagian besar wilayah Indonesia pada Minggu-Senin dini hari, 7–8 September.

Tidak seperti gerhana matahari yang membutuhkan kacamata pelindung, gerhana bulan aman untuk disaksikan dengan mata telanjang. Fenomena alam ini menjadi salah satu tontonan langka, sehingga sayang jika dilewatkan.

Gerhana bulan total terjadi ketika Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan, membuat bayangan Bumi menutupi Bulan sepenuhnya. Bulan akan  terlihat berwarna merah tembaga yang dramatis.

Baca Juga: Gerhana Matahari 2 Agustus Jam Berapa? Durasi Terpanjang 6 Menit 23 Detik dalam 100 Tahun                                    

Saat cahaya Matahari melewati atmosfer Bumi, cahaya biru dan ungu dengan gelombang pendek akan tersebar ke segala arah.

Sementara itu, cahaya merah dan oranye dengan gelombang lebih panjang akan dibelokkan menuju Bulan.

Inilah yang membuat Bulan terlihat berwarna merah darah atau Blood Moon  saat gerhana terjadi. Fenomena ini dikenal sebagai Rayleigh scattering.

Mengutip data dari laman astronomi global Time and Date, gerhana bulan total kali ini akan berlangsung cukup lama, sekitar 5 jam 27 menit.

Dari total waktu tersebut, fase puncak atau totalitas, yaitu saat Bulan sepenuhnya berada dalam bayangan Bumi, akan berlangsung selama 1 jam 22 menit.

Baca Juga: Apa Itu Gerhana Bulan Penumbra yang Akan Terjadi pada 25 Maret?  Cek Jadwal dan Lokasinya

Durasi ini tergolong panjang jika dibandingkan dengan gerhana bulan total beberapa tahun terakhir, menjadikannya momen istimewa yang layak ditunggu.

Fenomena Blood Moon 2025 dapat disaksikan lebih dari 7 miliar orang di seluruh dunia. Menariknya, sekitar 6,2 miliar orang berkesempatan menyaksikan fase totalitas secara utuh, mulai dari awal hingga akhir.

Kabar baiknya, hampir seluruh wilayah Asia, termasuk Indonesia, berada pada jalur pengamatan terbaik. Artinya, masyarakat Indonesia bisa menikmati fenomena ini dengan sangat jelas selama cuaca mendukung.

Baca Juga: Ada Gerhana Bulan, Ini Niat Dan Tata Cara Shalatnya

Halaman:

Tags

Terkini