Riuh massa yang awalnya terkendali, berbalik jadi ricuh. Dan tak lama kemudian, api mulai melahap bangunan megah peninggalan Belanda itu.
Situasi Tak Terkendali
Pantauan lapangan menunjukkan Jalan Gubernur Suryo berubah jadi zona panas.
Baca Juga: LHKPN Eko Patrio Rp 131 Miliar: Ironi di Balik Joget DPR yang Menuai Hujatan
Polisi dan aparat keamanan berupaya menghalau massa, sementara api terus membesar.
Bau asap dan suara teriakan bercampur menjadi satu.
Malam itu, Surabaya seperti kota yang kehilangan kendali.
Gedung Grahadi, simbol pemerintahan Jawa Timur, seolah tak lagi kebal dari amarah rakyat.
Baca Juga: Markas Gegana Jadi Sasaran Amukan Massa, Bus Polisi Hangus, 5 Polsek di Jaktim Diserang
Grahadi: Simbol Kekuasaan yang Terbakar
Bagi masyarakat Surabaya, Gedung Negara Grahadi bukan sekadar bangunan.
Ia adalah saksi bisu perjalanan panjang Jawa Timur, tempat kebijakan besar dilahirkan, dan lokasi berbagai seremoni kenegaraan.
Ketika api melahapnya, banyak yang melihatnya bukan hanya sebagai kebakaran fisik, melainkan sebuah tanda.
Simbol kekuasaan yang biasanya kokoh, malam itu terlihat rapuh, terbakar oleh bara amarah yang sulit dipadamkan.
Baca Juga: Affan Kurniawan, Sebelum Maut Menjemput