nasional

Affan Kurniawan, Sebelum Maut Menjemput

Sabtu, 30 Agustus 2025 | 19:05 WIB
Kisah Affan Kurniawan, Sebelum Maut Menjemput. (ANTARA FOTO/Fauzan)

Sekitar pukul 20.30 WIB, Zulkifli pulang ke kos di Jalan Tayu, Menteng. Belum sempat masuk, dia sudah mendengar teriakan anak-anaknya, Adam dan Wulantika, yang histeris.

Mereka menyampaikan kabar duka. Sang istri, Herlina, hanya bisa menangis dan terhuyung lemah. Affan, yang baru saja berusia 21 tahun pada 18 Juli lalu, meninggal dunia.

Affan bukan sekadar anak. Dia adalah tulang punggung bagi keluarganya. Seorang pekerja keras, sangat mengerti kondisi keluarga, dan seorang pemuda yang jarang menuntut.

Baca Juga: Kantor DPRD Makassar Dibakar Massa Pendemo, 3 Orang Tewas

Kesaksian Ibu Kos dan Tetangga

Lela, ibu kost yang sudah 20 tahun mengenal keluarga Affan, menyebut almarhum sebagai pemuda rajin dan sopan. Affan berangkat pagi selalu berangkat pagi, siang pulang sebentar, narik ojol lagi hingga malam.

“Orangnya pendiam, baik, selalu menyapa kalau lewat. Saya kaget sekali, nggak nyangka yang meninggal itu Affan,” ujarnya.

Reza, tetangga sekaligus rekan Affan, juga menegaskan bahwa korban bukanlah bagian dari massa aksi. Hari itu Affan murni sedang bekerja mengantarkan pesanan.

“Dia anaknya rajin, kerja buat bantu keluarga. Nggak pernah ikut macam-macam,” kata Reza.

Baca Juga: Rangkuman Aksi Demo Terbaru di Berbagai Kota Hari Ini, Ketegangan Masih Meluas 

Kronologi Malam Maut

Menurut kesaksian Humas komunitas Ojol Unit Reaksi Cepat (URC), Erna, saat itu Affan sedang mengantar orderan di Bendungan Hilir. Jalanan macet akibat demo, dia pun berjalan kaki untuk menyelesaikan pesanan.

Namun nahas, saat kembali, Affan terjebak di tengah kerumunan yang dikejar rantis Brimob. Mobil baja itu melaju ugal-ugalan, menabraknya hingga terseret, lalu melindas tubuhnya tanpa ampun.

Erna yang datang ke RS Cipto Mangunkusumo sekitar pukul 20.00 WIB masih sempat melihat Affan bernapas. Namun, luka di kepalanya parah dan darah terus mengucur. Nyawa pemuda Lampung itu pun tak tertolong.

“Kalau dilihat luar tubuhnya nggak banyak luka, tapi bagian dalam pasti rusak parah karena dilindas mobil seberat itu,” ungkap Erna.

Halaman:

Tags

Terkini