TITIKTEMU.CO - Indonesia kini berada di titik krusial dalam perjalanan demografinya.
Sekitar 68 persen dari total populasi sedang berada di usia produktif, sebuah angka yang seharusnya menjadi bahan bakar utama pertumbuhan ekonomi.
Namun, Menteri PAN-RB, Rini Widyantini, menegaskan bahwa potensi besar ini belum benar-benar dimanfaatkan.
Menurut Rini, tingkat produktivitas nasional Indonesia masih tergolong rendah bila ditandingkan dengan negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.
Bahkan, Thailand — yang jumlah penduduknya jauh lebih sedikit — berhasil mencatatkan capaian produktivitas yang lebih baik.
“Indonesia memang sedang berada di puncak bonus demografi, tapi produktivitas kita belum bisa disebut tinggi,” ungkap Rini dalam acara Peluncuran Program Manajemen Talenta Kemendikdasmen, Jumat, 29 Agustus 2025.
Baca Juga: Robert Kiyosaki: Dari Pilot Perang Vietnam hingga Guru Kebebasan Finansial Dunia
Bonus Demografi: Antara Peluang dan Ancaman
Rini menyoroti bahwa bonus demografi bisa jadi pedang bermata dua.
Jika dikelola dengan strategi yang matang, kelebihan tenaga kerja usia produktif bisa menjadi mesin pembangunan.
Sebaliknya, jika dibiarkan tanpa arah, justru berpotensi menambah beban sosial dan ekonomi.
Baca Juga: Vampir Ekonomi: Cara Nyeleneh Dennis Snower Mengulik Kebijakan Makro yang Dekat dengan Hidup Kita
Manajemen Talenta sebagai Kunci
Salah satu langkah strategis yang ditawarkan adalah penerapan manajemen talenta.