Belakangan, Sahroni memberi klarifikasi. Ia menegaskan bahwa ungkapan itu bukan ditujukan kepada masyarakat, melainkan pada logika berpikir yang menganggap DPR bisa begitu saja dibubarkan.
"Kan gue tidak menyampaikan bahwa masyarakat yang mengatakan bubarkan DPR itu tolol, enggak ada. Bahasa gue itu merujuk pada cara berpikir, bukan kepada masyarakat," jelasnya pada 26 Agustus 2025.
Pria yang dikenal sebagai “crazy rich Tanjung Priok” itu menilai pernyataannya telah disalahartikan dan dipelintir. Menurutnya, kritik yang ia lontarkan hanya menyoroti logika berpikir, bukan ditujukan kepada publik luas.***