Namun, Eko membantah tuduhan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa video itu direkam dalam suasana santai, tepatnya saat pembubaran panitia 17 Agustus.
“Itu sekadar hiburan internal, setelah panitia bekerja keras hampir sebulan penuh. Tidak ada maksud menantang rakyat,” tegasnya.
Baca Juga: 4 Kampus di Yogyakarta Masuk Ranking Dunia, Bukti Kota Pelajar Masih Jadi Magnet Pendidikan
Antara Politik, Hiburan, dan Citra Publik
Sebagai figur publik yang berkarier di dua dunia—hiburan dan politik—Eko Patrio memang kerap jadi sorotan.
Setiap langkahnya tak lepas dari perhatian, apalagi di era media sosial.
Klarifikasinya kali ini seolah menjadi pengingat, bahwa ekspresi sederhana pun bisa ditafsirkanberbeda oleh masyarakat luas.***