Namun, Eko membantah tuduhan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa video itu direkam dalam suasana santai, tepatnya saat pembubaran panitia 17 Agustus.
“Itu sekadar hiburan internal, setelah panitia bekerja keras hampir sebulan penuh. Tidak ada maksud menantang rakyat,” tegasnya.
Baca Juga: 4 Kampus di Yogyakarta Masuk Ranking Dunia, Bukti Kota Pelajar Masih Jadi Magnet Pendidikan
Antara Politik, Hiburan, dan Citra Publik
Sebagai figur publik yang berkarier di dua dunia—hiburan dan politik—Eko Patrio memang kerap jadi sorotan.
Setiap langkahnya tak lepas dari perhatian, apalagi di era media sosial.
Klarifikasinya kali ini seolah menjadi pengingat, bahwa ekspresi sederhana pun bisa ditafsirkanberbeda oleh masyarakat luas.***
Artikel Terkait
Labubu Mini Siap Tempel di Ponsel: Pop Mart Bidik Pasar Global dengan Gigi Lebarnya
4 Kampus di Yogyakarta Masuk Ranking Dunia, Bukti Kota Pelajar Masih Jadi Magnet Pendidikan
OJK: Bank Jangan Asal Turunkan Bunga Kredit, Harus Bertahap dan Sehat
Polemik Harga Beras: Operasi Pasar, Sindiran ke Jepang, dan Klarifikasi Mentan
1.250 Aparat Jaga Aksi di DPR, Polisi Janjikan Pengamanan Humanis Tanpa Senjata Api
KPop Demon Hunters Versi Karaoke Tayang di Netflix Mulai Hari Ini, Siap Nyanyi Bereng Rumi, Mira, dan Zoey?
Bawa LIne UpLlengkap, Wuling Hadir di BCA Expo 2025, Cortez Darion EV Jadi Sorotan
Katalog Promo Indomaret 25–31 Agustus 2025, Belanja Hemat Sabun Mandi hingga Detergent
Kisah Inspiratif Alief Fauzan, Mahasiswa ITB Merajut Koneksi Tanpa Batas
Katalog Promo Alfamart 25–31 Agustus 2025, Belanja Hemat dengan Diskon Sepekan