Pertumbuhannya 4,8% yoy di Juli 2025, lebih tinggi sedikit dari Juni yang 4,7% yoy, dengan total Rp4.139,9 triliun.
Baca Juga: Bikin Iri! Pajak Mobil Listrik Cuma Segini, dari Wuling sampai BMW
Dua Mesin Pendorong Likuiditas
Ada dua faktor yang membuat likuiditas makin deras.
Pertama, kenaikan aktiva luar negeri bersih yang meroket dari 3,9% di Juni menjadi 7,3% di Juli 2025.
Kedua, perbaikan pada tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat yang meski masih negatif, membaik dari -8,2% di Juni menjadi -6,2% di Juli 2025.
Kredit Masih Tumbuh, Meski Melambat
Dari sisi perbankan, penyaluran kredit tetap positif, meski sedikit kehilangan kecepatan.
Pertumbuhannya 6,6% yoy pada Juli 2025, lebih rendah dibanding 7,6% yoy di bulan sebelumnya.
Walau begitu, kondisi ini menunjukkan bahwa likuiditas ekonomi tetap aman karena peredaran uang terus stabil.***