nasional

Kapal Karam Cirebon. dari Jaring Nelayan Jadi Harta Karun Bernilai Rp720 Miliar

Senin, 18 Agustus 2025 | 11:15 WIB
Ilustrasi nelayan asal Indonesia yang menemukan harta karun dari China di perairan Laut Jawa. () (Unsplash.com/@RushiShah)

Pada masa itu, keramik dianggap barang mewah dan menjadi komoditas utama perdagangan internasional.

Meski begitu, penelitian arkeologi menunjukkan bahwa kapal karam ini kemungkinan besar dibuat di Nusantara, bukan di China atau Arab.

Bukti kesamaan keramik yang ditemukan di Cirebon dengan temuan di Palembang menguatkan dugaan bahwa kapal ini punya kaitan erat dengan pusat Kerajaan Sriwijaya.

 Baca Juga: PK Kedua Jessica Kumala Wongso Kembali Mental, Kisah Panjang Kasus Kopi Sianida

Lebih dari Keramik: Mutiara, Permata, dan Emas

Tak berhenti di keramik, tim peneliti yang dipimpin Michael S. Krzemnick juga menemukan 12.000 mutiara, ribuan permata, hingga emas di lokasi yang sama.

Temuan ini menjadi bukti nyata bahwa perdagangan global sudah berlangsung sejak seribu tahun lalu dan Nusantara memainkan peran penting di dalamnya.

Cirebon Wreck: Warisan Peradaban yang Tersimpan di Laut

Hingga kini, kisah kapal karam Cirebon atau Cirebon Wreck masih jadi sorotan dunia.

Penemuan ini bukan sekadar tentang benda berharga, tetapi juga tentang bagaimana Nusantara terhubung dengan peradaban besar Asia lewat jalur perdagangan maritim.

Dari jaring seorang nelayan, tersibaklah bab penting sejarah global yang terkubur selama seribu tahun.***

Halaman:

Tags

Terkini