TITIKTEMU.CO-Belakangan, platform pelacak aktivitas olahraga Strava sedang jadi sorotan bukan karena fitur barunya, melainkan tren unik yang bikin dahi berkerut.
Muncul fenomena orang rela membayar pelari lain untuk mencatatkan waktu dan jarak tempuh yang mengesankan di profil mereka.
Baca Juga: Fenomena Rojali dan Rohana Menurut Psikolog: Antara Kebutuhan Sosial, Gengsi, dan Tren Media Sosial
Esensi Strava yang Tergeser
Awalnya, Strava populer di kalangan pelari karena membantu memantau progres latihan, memecahkan rekor pribadi, dan memacu semangat lewat papan peringkat komunitas.
Tapi kini, sebagian pengguna memilih jalan pintas demi terlihat hebat di mata publik.
Fenomena ini dikenal sebagai joki Strava—seseorang yang disewa untuk berlari menggantikan pemilik akun.
Media Sosial dan Tekanan Tampil Sempurna
Menurut The Running Week, media sosial punya andil besar dalam tren ini.
Tekanan untuk selalu tampil prima di dunia maya membuat orang mencari cara cepat, apalagi bagi mereka yang sibuk, cedera, atau kehilangan motivasi.
Perlombaan virtual dan tantangan online yang menawarkan hadiah juga ikut memicu praktik ini, karena reputasi digital dianggap sama berharganya dengan prestasi asli.
Baca Juga: Arti Kakeh Ceremi Sarah Madura: Asal-Usul, dan Tren Viral di Media Sosial
Dilema Etis dan Fair Play