nasional

Silfester Matutina Sebut Dihubungi Jokowi Jelang Pemeriksaan Kasus Ijazah di Polda Metro Jaya

Senin, 4 Agustus 2025 | 18:46 WIB
Potret Silfester Matutina, Ketua Umum Solidaritas Merah Putih yang menjalani pemeriksaan polisi terkait tudingan ijazah palsu Jokowi pada Senin, 4 Agustus 2025. (Tangkapan layar idfood.co.id)

TITIKTEMU.CO - Ketua Umum Solidaritas Merah Putih (Solmet), Silfester Matutina, memenuhi panggilan penyidik di Polda Metro Jaya pada Senin, 4 Agustus 2025. Kehadirannya berkaitan dengan proses penyelidikan atas laporan dugaan ijazah palsu milik Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kepada awak media, Silfester menjelaskan bahwa dirinya dan Ade Darmawan, Sekjen Perkumpulan Advokat Indonesia (Peradi) Bersatu, dipanggil sebagai saksi dalam kasus tersebut.

“Hari ini saya dan Bang Ade hadir untuk memberikan keterangan sebagai saksi dalam penyidikan yang sedang berlangsung,” ujar Silfester di lokasi pemeriksaan.

Baca Juga: Sidang Cerai Ketiga, Andre Taulany Tegas Tolak Anak-Anaknya Terlibat: “Mereka Masih di Bawah Umur”

Silfester memaparkan bahwa ada tiga fokus utama dalam proses penyidikan kali ini, yaitu terkait dugaan penghasutan, pencemaran nama baik, serta penyebaran fitnah dan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Pemeriksaan ini menyangkut beberapa indikasi: pertama soal penghasutan, kedua pencemaran nama baik, ketiga fitnah dan dugaan manipulasi terhadap undang-undang ITE, yang dilaporkan oleh Bapak Joko Widodo,” ungkapnya.

Ia juga menyebut bahwa Presiden Jokowi sempat menghubunginya lewat sambungan telepon sebelum agenda pemeriksaan dimulai.

Baca Juga: BRI Salurkan BSU 2025 ke 3,76 Juta Penerima Senilai Rp2,25 Triliun, Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional

“Bapak Jokowi sempat menelepon saya kemarin. Beliau menyampaikan bahwa dirinya dalam keadaan baik di Solo, menikmati waktu bersama keluarga dan terus menerima masyarakat,” jelas Silfester.

Ia menambahkan bahwa kondisi hati Presiden tetap tenang dan gembira, di tengah maraknya isu miring yang beredar di publik.

“Ini yang bikin Pak Jokowi tetap bergembira,” imbuhnya.

Menanggapi hasil survei terbaru dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang menyebutkan 74,6 persen masyarakat tidak percaya bahwa ijazah Presiden Jokowi palsu, Silfester menyambutnya dengan optimisme.

Baca Juga: Sosok Humanis Marsma Fajar Adriyanto di Mata Wakasau: Ramah, Ceria, dan Inspiratif

“Tentu saja kami bergembira karena mayoritas masyarakat, sekitar 74,6 persen, tidak percaya bahwa ijazah Pak Jokowi palsu,” tegasnya.

Halaman:

Tags

Terkini