“Kita tidak boleh menyerah. Semua pihak perlu bekerja sama untuk menciptakan iklim konsumsi yang sehat dan mendukung pertumbuhan ekonomi,” ungkap Shinta.
Daya Saing Produk Lokal Harus Jadi Prioritas
Hal senada juga disampaikan oleh Anne Patricia Sutanto, Ketua Bidang Perdagangan Apindo.
Ia menyoroti pentingnya meningkatkan kualitas dan daya saing produk lokal.
Menurutnya, jika produk buatan dalam negeri mampu bersaing dalam hal harga dan mutu, maka masyarakat tidak akan lagi tergoda produk ilegal atau selundupan.
Dengan produk yang berdaya saing tinggi, investasi pun akan tumbuh, daya beli meningkat, dan kelompok Robeli akan semakin mendominasi pasar.
Daya Beli & Investasi: Dua Hal yang Saling Menguatkan
Anne menambahkan bahwa pertumbuhan investasi akan berdampak langsung terhadap peningkatan kemampuan masyarakat untuk membeli.
Ketika industri dalam negeri kuat, otomatis menciptakan lapangan kerja dan memperbaiki daya beli. Inilah siklus positif yang sedang dituju oleh dunia usaha.
“Kalau investasi jalan, daya beli ikut naik. Maka Rojali dan Rohana akan berganti menjadi Robeli,” jelas Anne.
Lipstick Index dan Perilaku Konsumen yang Unik
Sementara itu, Ajib Hamdani, analis kebijakan ekonomi Apindo, mengaitkan fenomena ini dengan konsep Lipstick Index.
Konsep ini menggambarkan bagaimana masyarakat tetap melakukan konsumsi terhadap barang-barang mewah kecil meski sedang menahan belanja barang kebutuhan utama.
Misalnya, meski pasar lesu, tiket konser atau pertandingan sepak bola tetap ludes dalam hitungan menit.