Bahlil menambahkan bahwa proyek besar ini sempat berjalan tanpa kepastian selama lebih dari tiga tahun.
“Proyek ini sempat mengambang selama 3 tahun lebih tanpa ada keputusan yang jelas,” kata Bahlil.
Arahan Presiden Prabowo Jadi Titik Balik
Situasi berubah ketika Presiden Prabowo memberikan arahan tegas dalam rapat terbatas pada April lalu. Menurut Bahlil, itulah momen penting yang memaksa semua pihak mencari solusi bersama secara cepat.
“Berkat arahan tegas dari Bapak Presiden, akhirnya diputuskan untuk langsung dijalankan,” imbuh Bahlil.
Ia menyebut setelah itu Satgas langsung mengeksekusi keputusan tersebut tanpa hambatan berarti hingga akhirnya proyek ini bisa groundbreaking.
Proyek Besar dengan 6 Sub-Proyek
Pengembangan ekosistem industri baterai listrik ini bukan hanya berlokasi di Karawang.
Proyek yang merupakan hasil kerja sama perusahaan Indonesia dan China ini terdiri dari enam sub-proyek.
Lima sub-proyek akan dibangun di Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara.
Sementara satu sub-proyek lainnya berada di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, yang kini sudah mulai pembangunannya.
Harapan Besar untuk Industri Baterai Nasional
Dengan dimulainya pembangunan tahap awal di Karawang, pemerintah berharap proyek ini mampu mendorong kemandirian industri baterai listrik di Indonesia.
Selain mendukung transisi energi, proyek ini juga diharapkan membuka peluang investasi dan lapangan kerja baru.***