TITIKTEMU.CO - Presiden Prabowo Subianto meresmikan dimulainya pembangunan tahap awal proyek baterai listrik terintegrasi pada Minggu, 29 Juni 2025.
Lokasi groundbreaking dilakukan di Kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Proyek besar ini diharapkan menjadi tonggak penting pengembangan industri baterai listrik nasional.
Baca Juga: Daftar Harga iPhone Resmi iBox Juli 2025, Seri Terbaru iPhone 16 dan iPhone 16 Pro Max
Nilai Investasi Fantastis dan Konsorsium yang Terlibat
Proyek Ekosistem Industri Baterai Listrik Terintegrasi yang digarap oleh konsorsium ANTAM-IBC-CBL ini memiliki nilai investasi sangat besar, yakni sekitar Rp95,43 triliun.
Nantinya, proyek ini akan dijalankan oleh perusahaan tambang BUMN Antam, Indonesia Battery Corporation (IBC) sebagai konsorsium baterai BUMN, serta konsorsium perusahaan China yaitu CATL, Brunp, dan Lygend (CBL).
Baca Juga: VIRAL! Link Video Risma Puspita 6 Menit: Diduga Bertato Kupu-Kupu, Misteri yang Masih Terkonfirmasi
Bahlil Ceritakan Proses Negosiasi yang Penuh Tantangan
Dalam acara peresmian tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia blak-blakan menceritakan bahwa proyek ini sudah digarap sejak empat tahun lalu.
Namun selama prosesnya, diskusi dengan berbagai pihak sempat berlangsung alot dan penuh dinamika.
“Negosiasinya sangat alot. Kami mengerjakan ini bersama Pak Erick, Pak Tiko, dan pihak lainnya,” ujar Bahlil saat memberikan sambutan.
Menurut Bahlil, koordinasi juga dilakukan sejak awal bersama Kementerian Perindustrian. Prosesnya pun tak mulus: BUMN memiliki keinginan tertentu, pihak CATL juga punya tuntutan berbeda. Pemerintah pun harus berperan seperti “wasit” untuk menemukan jalan tengah.
Tiga Tahun Proyek Menggantung Tanpa Keputusan