Dari total peserta, hanya 18 orang yang lolos dan bersedia mengikuti pelatihan bela negara.
Sementara itu, 56 pegawai, termasuk Novel Baswedan, dinyatakan tidak lolos dan diberhentikan dengan hormat pada 30 September 2021.
Baca Juga: Peluang Emas! Beasiswa S2-S3 ke Oxford 2025 dengan Uang Saku Rp 36 Juta/Bulan
Kisah Tragis: Penyerangan Novel Baswedan dengan Air Keras
Nama Novel semakin dikenal luas setelah menjadi korban serangan air keras.
Kejadian tragis itu terjadi pada pagi hari, 11 April 2017, di sekitar rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Iadisiram oleh orang tak dikenal hingga mengalami luka parah di wajah dan matanya.
Setelah serangkaian penyelidikan yang berjalan lambat, Presiden Joko Widodo pada November 2019 memberikan batas waktu kepada Kapolri Idham Azis untuk segera menuntaskan kasus ini.
Akhirnya, pada 26 Desember 2019, dua pelaku berhasil ditangkap. Mereka adalah Ronny Bugis dan Rahmat Kadir, anggota aktif kepolisian.
Meski begitu, Novel menduga mereka hanya pelaku lapangan, dan menuntut agar dalang utama penyerangan juga diungkap.
Kembali ke Tugas Negara: Diangkat Jadi Wakil Kepala Satgassus
Pada 2025, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi menunjuk Novel Baswedan sebagai Wakil Kepala Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Optimalisasi Penerimaan Negara.
Penunjukan ini menunjukkan kepercayaan besar terhadap integritas dan pengalaman Novel dalam penegakan hukum serta pemberantasan korupsi.
Novel Baswedan adalah sosok yang tak asing dalam dunia hukum dan antikorupsi Indonesia.
Dengan pengalaman panjang di KPK, keberaniannya melawan intervensi, serta dedikasinya terhadap negara, kehadirannya di Satgassus Penerimaan Negara menjadi angin segar dalam misi memperkuat penerimaan negara yang lebih optimal dan bersih.***