TITIKTEMU.CO - Novel Baswedan bukan nama yang asing di dunia pemberantasan korupsi di Indonesia.
Pria kelahiran Semarang, 22 Juni 1977 ini adalah lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1998.
Kariernya dimulai di Korps Bhayangkara sebelum kemudian ditugaskan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tahun 2007 oleh Mabes Polri.
Lima tahun kemudian, Novel membuat keputusan besar: mengundurkan diri dari kepolisian untuk fokus penuh sebagai penyidik KPK.
Baca Juga: Harga Cabai Rawit dan Bawang Merah di Jakarta Naik, Pedagang dan Konsumen Keluhkan Kenaikan
Alasan Novel Baswedan Pensiun Dini dari Kepolisian
Dalam wawancara bersama Pandji Pragiwaksono di YouTube (Maret 2019), Novel mengungkapkan alasan di balik pengunduran dirinya.
Ia merasa kesulitan menjalankan dua peran sekaligus di Polri dan KPK.
Situasi ini membuat pekerjaannya sebagai penyidik rawan intervensi, terutama jika kasus yang ditanganinya menyentuh petinggi Polri.
> “Saya sangat mudah terintervensi oleh atasan saya ketika masih di Polri,” ujar Novel.
Akhirnya, ia memilih mundur dan menetap di KPK karena ingin bekerja secara lebih profesional dan bebas tekanan.
Novel Baswedan dan Polemik TWK KPK
Pada tahun 2021, KPK menggelar Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) sebagai bagian dari alih status pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Artikel Terkait
IFG dan Perpusnas Gandeng Taman Bacaan untuk Tingkatkan Literasi Nasional
KBRI Teheran Imbau WNI di Iran Waspada Pasca Serangan Israel, Ini 7 Langkah yang Perlu Dilakukan
Respons Keras China dan Pakistan atas Serangan Israel ke Iran: Kecam Pelanggaran dan Serukan Perdamaian
Thom Haye Dirumorkan Gabung Persija, Prapanca: Semua Keputusan Ada di Tangan Pelatih
Grab Indonesia Soroti Dampak Negatif Rencana Pengangkatan Mitra Ojek Online Jadi Karyawan
Peluang Emas! Beasiswa S2-S3 ke Oxford 2025 dengan Uang Saku Rp 36 Juta/Bulan
Tren TikTok "Dame Un Grrr Un Que": Arti, Asal Usul, dan Alasan Viral di Indonesia
Apa Itu Giant Sea Wall 500 km? Proyek Infrastruktur Presiden Prabowo Solusi Ambisius Hadapi Perubahan Iklim di Pesisir Utara Jawa
Harga Cabai Rawit dan Bawang Merah di Jakarta Naik, Pedagang dan Konsumen Keluhkan Kenaikan
3 Tips Lulus Modul PSE PPG 2025, Strategi Jitu Raih Nilai Sempurna!