nasional

KISAH HAJI 2025 : Kakek Manaf dan Pembuktian Haji Adalah Ibadah Fisik

Sabtu, 17 Mei 2025 | 22:29 WIB
Abdul Manaf Mad Yusuf (72 tahun), jemaah haji asal Lampung. (Kemenag)

TITIKTEMU.CO, Namanya Abdul Manaf Mad Yusuf (72), jemaah haji asal Lampung ini,  tetiba tak kuat berjalan dan pingsan setelah turun dari Terminal Syib Amir dan berjalan kaki menuju Masjidil Haram bersama rombongannya. Awalnya mereka hendak menunaikan salat Jumat.

Petugas lalu menghampiri dan menolong Kakek Manaf sementara rombongan lainnya masuk ke Masjidil Haram dan memercayakan  petugas untuk menolong Kakek Manaf. Petugas kemudian  menghubungi sektor khusus yang berada di pos Terminal Syib Amir untuk membawakan kursi roda dan mengantarkan Kakek Manaf menuju Masjidil Haram untuk salat Jumat.

Ini merupakan kali pertama salat Jumat di Masjidil Haram sejak datang di Makkah. Karenanya, Kakek Manaf ingin salat Jumat di Masjidil Haram bersama teman-temannya, meski dia tahu ada gangguan di kakinya karena usia yang sudah menua.

"Saya ingin salat Jumat bersama teman-teman di Masjidil haram. Tapi ternyata baru sampai di tengah jalan sudah tidak kuat," katanya.

Baca Juga: KISAH HAJI 2025 : dr Naya, Jemaah Gantikan Ibunya yang Wafat

Kakek Manaf tahu, bahwa haji adalah ibadah fisik. Tapi ia tetap bersemangat bahwa ia bisa dan kuat. "Saya tahu bahwa haji adalah ibadah fisik. Saya merasa tertantang. Ternyata benar, saya tidak boleh merasa begitu," akunya sambil ia menangis agak menyesal.

Ia pun minta diantar pulang ke hotel supaya tidak merepotkan teman-temannya. Namun karena bus masih berhenti saat salat Jumat dan akan beroperasi kembali usai salat Jumat, maka petugas Sektor Khusus yang sudah datang dengan membawa kursi roda menawarkan mengantarkan kakek Manaf untuk salat di area Masjidil Haram.

"Saya antarkan kakek ke Masjidil Haram untuk salat Jumat. Nanti selesai salat kami antarkan ke bus menuju hotel," kata Khoirul Anam, petugas seksus yang mengantar kakek Manaf.

Kakek Manaf menyampaikan terima kasih kepada para petugas yang sudah berkenan membantunya.

PPIH Arab Saudi mengimbau jemaah lansia dan uzur agar beristirahat di hotel dan salat di masjid hotel saat siang hari. Ini karena cuaca di Makkah sangat panas dan bisa menyebabkan kelelahan.

Baca Juga: INFO HAJI 2025 : Gelombang II Jemaah Haji Mulai Mendarat di Jeddah Hari Ini

Kepala Daker Makkah, Ali Machzumi juga mengimbau agar jemaah tidak memaksakan diri salat di Masjidil Haram pada siang hari. Sebaliknya, Ali mengimbau jemaah untuk salat di Masjidil Haram menjelang petang.

Imbauan tersebut mengingat masih lamanya masa tinggal jemaah haji di Makkah hingga menjelang Armuzna pada 5 Juni 2025. "Sebaiknya simpan tenaga untuk Armuzna, terutama bagi yang lansia, jangan diforsir agak tidak kelelahan," kata Ali.

Kakek Manaf pergi haji bersama istrinya Marwati (62). Marwati tidak ikut ke Masjidil Haram dan salat di hotel.

Kakek Manaf ini sehari-hari memiliki aktivitas berjualan tanaman hias Aglonema. Ia mengaku gembira bisa berangkat haji bersama istrinya. "Pada 2013, saya pensiun sebagai guru SMP di Lampung. Uang pensiun saya gunakan daftar haji bersama istri saya," katanya.

Halaman:

Tags

Terkini