TITIKTEMU.CO - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Madinah menyediakan hotel khusus untuk menampung jemaah calon haji asal Indonesia yang belum bisa berangkat ke Makkah bersama rombongannya.
Langkah ini diambil sebagai bentuk perhatian terhadap jemaah yang terpisah karena berbagai kendala.
Baca Juga: INFO HAJI 2025 : PPIH Arab Saudi Cek Persiapan Tenda Armuzna
Faktor Penyebab Jemaah Terpisah dari Rombongan
Terpisahnya jemaah dari rombongan bukan hal yang jarang terjadi. Beberapa di antaranya disebabkan oleh perbedaan Syarikah (penyedia layanan haji di Arab Saudi) dan juga masalah administratif seperti paspor yang belum ditemukan.
PPIH menjelaskan bahwa saat berada di Arab Saudi, paspor jemaah biasanya disimpan oleh pihak Syarikah untuk keperluan pelayanan.
Apa Itu Syarikah dan Mengapa Bisa Jadi Masalah?
Syarikah adalah perusahaan resmi yang ditunjuk oleh Pemerintah Arab Saudi untuk memberikan berbagai layanan penunjang haji, mulai dari akomodasi, logistik, hingga layanan kesehatan.
Tahun ini, terdapat perubahan besar: jika sebelumnya hanya ada satu Syarikah, kini ada delapan yang menangani jemaah Indonesia.
Perubahan ini membuat satu kelompok jemaah bisa saja dilayani oleh lebih dari satu Syarikah, sehingga meningkatkan potensi miskomunikasi dan pemisahan rombongan.
Baca Juga: INFO HAJI 2025 : Haji Tertua , Nenek Sutiah Sunyoto, Berhaji di Usia 107 Tahun
Langkah PPIH dalam Menangani Permasalahan Syarikah dan Paspor
Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, M. Lutfi Makki, menyampaikan bahwa jemaah yang dilayani oleh Syarikah berbeda telah diberangkatkan ke Makkah secara bertahap sesuai dengan koordinasi masing-masing Syarikah.
Sementara itu, untuk jemaah yang belum mendapatkan kembali paspornya, PPIH akan mengajukan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) kepada Konsulat Jenderal RI di Jeddah, agar mereka tetap bisa berangkat.