nasional

Menko Airlangga Hartarto Tanggapi Dampak Tarif Trump ; RI dan Jepang Perkuat Kerja Sama Ekonomi Lewat Proyek AZEC, Hadapi Dampak Tarif Trump

Selasa, 6 Mei 2025 | 05:30 WIB
Potret menteri koordinator perekonomian (menko) Airlangga Hartarto (Instagram/airlanggahartarto_,official)

TITIKTEMU.CO - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkap bahwa Indonesia dan Jepang terus mempererat hubungan dagang, terutama di tengah situasi global yang tidak menentu akibat perang dagang yang dipicu oleh kebijakan tarif balasan dari Amerika Serikat di era Presiden Donald Trump.

Pada Minggu, 4 Mei 2025, Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, bersama delegasi resmi, mengunjungi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di kediamannya di Bogor, Jawa Barat.

Dalam kunjungan tersebut, PM Kishida menyampaikan secara langsung surat dari mantan PM Jepang, Shigeru Ishiba, yang berisi dukungan terhadap proyek kerja sama strategis AZEC (Asia Zero Emission Community).

Baca Juga: Donald Trump vs Xi Jinping: Perang Dagang AS-China 2025 Memanas, Tarif Naik dan Kesepakatan Belum Jelas

Proyek AZEC Jadi Fokus Utama Kerja Sama

Airlangga menjelaskan bahwa pertemuan tersebut membahas berbagai perkembangan proyek dalam kerangka AZEC.

Proyek ini menjadi salah satu inisiatif penting yang memperkuat kerja sama ekonomi Indonesia dan Jepang, terutama dalam bidang energi bersih dan berkelanjutan.

Pak Presiden menerima langsung surat tersebut, dan isinya berfokus pada komitmen Jepang untuk terus mendukung proyek-proyek AZEC di Indonesia,” ungkap Airlangga.

Baca Juga: Indonesia Kena Tarif Impor 32 Persen dari Trump, Ini Dampak dan Langkah yang Dilakukan Pemerintah RI

Lebih dari 170 Nota Kesepahaman RI-Jepang

Airlangga juga menyampaikan bahwa hingga saat ini, Indonesia dan Jepang telah menandatangani lebih dari 170 Memorandum of Understanding (MoU) yang mencakup berbagai sektor strategis.

Salah satu proyek besar yang akan segera memasuki tahap akhir adalah pembangkit listrik tenaga panas bumi (geothermal) di Muara Laboh, Sumatera Barat.

“Besok dijadwalkan akan dilakukan penandatanganan final pembiayaan (financial closing) untuk proyek geothermal berkapasitas 80 MW, dengan total investasi mencapai sekitar 500 juta dolar AS, atau setara Rp8,2 triliun,” ujar Airlangga.

Baca Juga: Trump Ingin Gaza Jadi Riviera Timur Tengah: Reaksi Dunia, Kecaman dan Penolakan

Halaman:

Tags

Terkini