nasional

Menteri Agama Minta Identitas Jemaah Haji Selalu Dibawa Jemaah

Jumat, 2 Mei 2025 | 12:30 WIB
Ilustrasi keberangkatan jamaah haji yang daftar haji 2025 (Pinterest/Kemenag republik Indonesia.blogspot.com)

TITIKTEMU.CO, Menteri Agama Nasaruddin Umar  berpesan tentang pentingnya kedisiplinan jemaah dalam membawa identitas resmi haji selama berada di Tanah Suci.

"Saya ingatkan kepada Bapak-Ibu, jangan sampai ketinggalan identitas. Tanpa itu, tidak bisa mengakses Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dan bisa berurusan dengan polisi," tegas Menag.

Menag menceritakan pengalamannya saat hendak memasuki Masjidil Haram saat sedang memantau persiapan penyelenggaraan ibadah haji. Ia diizinkan masuk setelah menunjukkan kartu identitas resmi.

"Waktu itu, saya bersama Bapak Yahya Hassan, pengurus yang dibentuk oleh kerajaan. Setelah menunjukkan kartu identitas resmi, kami diizinkan masuk (ke Masjidil Haram)," ungkapnya

Baca Juga: Kemenag Peringatkan Jemaah soal Visa Non-Haji: Jangan Tergiur Tawaran Ilegal di Musim Haji

Menag juga menggambarkan kondisi pelataran Masjid Nabawi yang sudah relatif sepi, dan pengamanan yang sangat ketat. “Madinah juga saat ini masih steril. Hanya jemaah dengan visa haji yang diperbolehkan masuk. Umrah sudah tidak diizinkan lagi,” jelas Menag.

Lebih lanjut, Menag menyampaikan bahwa keluar dari hotel di Tanah Suci pun bisa diperiksa oleh polisi, dan jika tidak membawa identitas, jemaah bisa berurusan dengan pihak keamanan.

“Keluar dari hotel pun, harus siap diperiksa oleh polisi untuk memastikan visanya visa haji. Polisinya sekarang bukan seperti dulu. Sekarang mereka berseragam hitam-hitam, gagah, dan merupakan pasukan khusus," ujar Menag.

 

Tags

Terkini