TITIKTEMU.CO, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, meninjau pos kesehatan bagi pengemudi di Terminal Kampung Rambutan untuk memastikan keamanan dan kesehatan pemudik selama arus mudik Lebaran 2025.
Peninjauan ini juga merupakan bagian dari upaya Kementerian Kesehatan dalam menyediakan layanan cek kesehatan gratis di berbagai titik strategis, seperti terminal, bandara, pelabuhan, dan rest area tol.
Menkes menekankan bahwa kecelakaan lalu lintas selama mudik kerap disebabkan oleh kelelahan dan kondisi kesehatan pengemudi yang kurang optimal.
“Kecelakaan sering terjadi karena pengemudi kelelahan, kurang istirahat, atau memiliki tekanan darah tinggi. Para sopir disarankan untuk beristirahat setiap 4–5 jam selama 15–30 menit guna menghindari kelelahan. Jika mereka mengantuk atau lelah, respons terhadap situasi di jalan bisa menurun, yang berisiko menyebabkan kecelakaan,” tegasnya.
Baca Juga: Hati-Hati, Puncak Arus Mudik di Jateng Diperkirakan Sabtu Pagi
Selain itu, Menkes mengimbau para pemudik untuk membawa obat-obatan pribadi sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing.
Layanan cek kesehatan gratis ini merupakan bagian dari program prioritas pemerintah yang kini diperluas untuk mendukung kelancaran mudik.
Menkes juga mengingatkan pentingnya pola hidup sehat untuk mencegah penyakit kronis, termasuk di kalangan aparat keamanan.
“Rata-rata usia masyarakat Indonesia ditargetkan 74 tahun. Kalau mau hidup sehat dan bisa lihat cucu, lakukanlah cek kesehatan,” pungkasnya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Jakarta Timur, dr. Herwin Meyfendi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilakukan menjelang Hari Raya, khususnya Idul Fitri. Program ini telah berlangsung sejak 21 Maret dan akan berjalan hingga 11 April 2025.
Baca Juga: Penerapan Kebijakan One Way Nasional Atasi Kepadatan Lalu Lintas Puncak Arus Mudik
“Setiap menjelang Idul Fitri, kami mengadakan pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi dan awak bus. Selain itu, masyarakat yang hendak mudik juga bisa memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis di posko yang telah disediakan,” ujar dr. Herwin di Terminal Kampung Rambutan.
Pemeriksaan dilakukan secara bergilir oleh seluruh Puskesmas di wilayah Jakarta Timur dalam tiga shift, dengan dukungan berbagai mitra lintas sektor.
Apabila ditemukan kondisi kesehatan yang mengkhawatirkan, petugas kesehatan di posko akan segera melakukan tindakan lanjutan.
“Kalau ada yang hasil ceknya kurang baik, misalnya tekanan darah tinggi atau peningkatan gula darah yang signifikan, itu bisa langsung kita rujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap,” kata dr. Herwin.