TITIKTEMU.CO, Kementerian Agama (Kemenag) memastikan optimalisasi layanan Masjid Ramah Pemudik hingga puncak arus balik Lebaran 2025.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Abu Rokhmad meminta Kanwil Kemenag untuk berkoordinasi dengan berbagai pihak agar masjid-masjid dapat terus memberi layanan terbaik bagi para musafir. “Kami ingin memastikan bahwa Masjid Ramah Pemudik bukan sekadar angka di atas kertas, tetapi benar-benar memberi manfaat bagi para pemudik. Oleh karena itu, kebersihan, kenyamanan, dan ketersediaan fasilitas harus menjadi prioritas,” ujar Abu Rokhmad.
Dirjen Bimas Islam menekankan pentingnya sinergi antara jajaran Kemenag di daerah dengan pengelola masjid, pemerintah daerah, kepolisian, serta para donatur agar layanan bagi pemudik dapat berjalan optimal. “Kami mengimbau jajaran Kemenag di daerah untuk terus berkomunikasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pengurus masjid yang telah berkenan menyediakan tempat istirahat bagi pemudik,” jelasnya.
Baca Juga: Kemenag Siapkan 6.291 Posko Masjid Ramah di Jalur Mudik 2025
Selain sebagai tempat singgah, Abu Rokhmad juga berharap masjid-masjid dapat menghadirkan suasana yang ramah bagi musafir, termasuk menyediakan minuman dan takjil sesuai dengan kapasitas masing-masing. “Pelayanan tidak perlu mewah, yang penting memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi pemudik yang singgah,” tambahnya.
Abu Rokhmad juga meminta jajaran Kemenag di daerah untuk mendata jumlah pemudik yang singgah di setiap masjid secara berkala, baik selama arus mudik maupun arus balik. Data ini akan menjadi bahan evaluasi untuk mengukur efektivitas program serta dilaporkan kepada Menteri Agama.
“Kami butuh angka yang jelas. Berapa pemudik yang mampir, bagaimana kondisi di lapangan, dan apa kendala yang dihadapi. Ini penting agar program ini bisa terus ditingkatkan di tahun-tahun mendatang,” ungkapnya.
Ia juga mengungkapkan pentingnya dokumentasi dan publikasi lokasi masjid yang telah berpartisipasi dalam program ini, agar masyarakat lebih mudah menemukan tempat singgah yang nyaman selama perjalanan. “Testimoni dari pemudik yang merasakan manfaat layanan Masjid Ramah Pemudik dapat dikumpulkan dan dipublikasikan melalui media sosial agar informasi ini semakin luas diketahui,” ujarnya.
Baca Juga: Jelang Idulfitri 1446 H, BKM Minta Masjid Buka 24 Jam untuk Fasilitasi Pemudik
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, menjelaskan, program Masjid Ramah Pemudik telah diatur dalam Surat Edaran (SE) Nomor 2 Tahun 2025. SE ini memberi panduan tentang standar minimal layanan yang dapat tersedia di masjid yang berpartisipasi, seperti tempat istirahat, toilet bersih, air wudu, serta konsumsi bagi musafir.
“Kami memastikan bahwa seluruh Kepala Kanwil dan Kepala Kemenag Kabupaten/Kota telah menerima dan menindaklanjuti SE ini dengan mendukung masjid-masjid yang melayani pemudik. Pengawasan akan terus dilakukan, dan laporan dari setiap daerah akan dihimpun setiap hari,” ujar Arsad.
Ia juga menegaskan bahwa koordinasi dengan pihak keamanan serta publikasi lokasi masjid-masjid yang terlibat sangat diperlukan agar masyarakat mudah menemukan tempat singgah selama perjalanan.
“Dengan koordinasi yang baik dan pengawasan yang ketat, program Masjid Ramah Pemudik diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dan arus balik Lebaran tahun ini,” tandasnya.