TITIKTEMU.CO- Ruchman Basori (Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Setjen Kemenag) menyampaikan bahwa ia berkesempatan menjadi pembicara utama dalam acara Final Day Program Beasiswa Bintang Mandiri (BBM) dari Mandiri Amal Insani (MAI) Foundation, bertema "Impactful Youth for Better Future".
Tema ini mengingatkan kita akan pentingnya pemuda sebagai agen perubahan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Pemuda bukan hanya pencari ilmu, tetapi juga pencipta solusi.
Sebagai refleksi, ia teringat pesan senior Gerakan Reformasi ’98: mahasiswa harus turun ke akar rumput, memahami realitas sosial, dan aktif menawarkan solusi.
Sebuah doktrin yang relevan, mengingat tantangan masa kini semakin kompleks dengan hadirnya era teknologi informasi, revolusi industri 4.0, dan Society 5.0.
Baca Juga: Program Beasiswa Fulbright untuk Santri Kerjasama Kemenag dan Amerika Serikat
Program Beasiswa Bintang Mandiri: Menyemai Generasi Tangguh
Mandiri Amal Insani (MAI) Foundation didirikan untuk mengelola zakat, infaq, sedekah, dan wakaf. Salah satu program unggulannya, Beasiswa Bintang Mandiri (BBM), dirancang untuk mendukung mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Tidak hanya bantuan finansial, BBM mengintegrasikan pembinaan, pelatihan kepemimpinan, dan pengembangan diri untuk mencetak pemimpin muda yang mandiri dan inovatif.
Di Final Day BBM, sebanyak 100 penerima beasiswa dari berbagai universitas mempresentasikan hasil proyek sosial mereka. Tujuan dari program ini meliputi:
1. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance).
2. Menciptakan solusi inovatif di bidang sociopreneurship.
3. Menyiapkan pemuda sebagai agen perubahan dengan dampak berkelanjutan.
Melalui proyek-proyek ini, peserta dilatih untuk melihat masalah sosial dengan sudut pandang solutif, menjadikan ilmu yang mereka pelajari bermanfaat langsung bagi masyarakat.