Tidak hanya ramah lingkungan, KUA Green Building juga akan menerapkan konsep Smart Building.
Menurut Kasubdit Sarana dan Prasarana KUA, Jajang Ridwan, teknologi modern seperti sensor otomatis dan Internet of Things (IoT) akan diintegrasikan.
Bahkan, layanan di KUA yang berada di wilayah terpencil akan ditingkatkan melalui teknologi jaringan berbasis satelit.
“Dengan teknologi ini, sinyal internet akan dapat diakses di mana saja, memastikan layanan publik tidak terganggu,” jelas Jajang.
Baca Juga: Sinergi UGM dan Kagama: Apresiasi, Kepedulian, dan Masa Depan Hijau Nusantara
Mengukur Keberhasilan: Lebih dari Sekadar Bangunan
Proyek ini tidak hanya berorientasi pada hasil fisik, tetapi juga dampak sosial dan lingkungan.
Laporan keberhasilan akan disusun sesuai PMK Nomor 112 Tahun 2024, mencakup efektivitas operasional, efisiensi energi, serta manfaat nyata bagi masyarakat.
“Keberhasilan tidak hanya diukur dari kemegahan gedung, tetapi dari bagaimana bangunan ini memberi manfaat yang nyata bagi masyarakat,” tambah Cecep.
Baca Juga: ANGGARAN TUNJANGAN SERTIFIKASI GURU 2025 NAIK 25%? Berapa Rinciannya....
Melangkah Menuju Masa Depan yang Lebih Hijau
Proyek pembangunan Green KUA ini adalah langkah penting menuju layanan publik yang modern, inklusif, dan berkelanjutan.
Dengan memadukan teknologi dan konsep ramah lingkungan, Kementerian Agama menunjukkan bahwa pembangunan tidak harus mengorbankan kelestarian lingkungan.
“Ini adalah awal dari langkah besar menuju layanan publik yang lebih adil, merata, dan peduli terhadap lingkungan,” pungkas Cecep.
Apakah Anda siap menyaksikan transformasi layanan publik yang lebih ramah lingkungan?***