Meski berat, saya merasa ini adalah amanah yang harus saya jalankan,” ucap Hasanah dengan suara lirih.
Baca Juga: Belajar Tanpa Batas: Kisah Inspiratif Guru Besar IPB yang Kembali Menjadi Mahasiswa S1
Tekad yang Menginspirasi
Panitia seleksi sempat menawarkan penjadwalan ulang ujian untuk Hasanah, mengingat situasi yang dihadapinya.
Namun, Hasanah memilih tetap hadir sesuai jadwal. Keputusan ini menunjukkan keteguhan hatinya untuk tidak menyerah di tengah cobaan hidup.
“Saya hanya ingin menjalankan apa yang sudah saya mulai.
Suami saya selalu mendukung langkah saya, dan saya ingin menghormati dukungan itu,” ujar Hasanah.
Di ruang ujian, Hasanah mengerjakan soal-soal dengan penuh konsentrasi.
Meski raut wajahnya tak bisa menyembunyikan kesedihan, ia tetap tegar.
Keberanian Hasanah menjadi inspirasi bagi banyak orang, termasuk panitia seleksi dan peserta lain yang melihat langsung perjuangannya.
Dukungan dan Doa dari Banyak Pihak
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maros, H. Muhammad, menyampaikan rasa belasungkawa dan apresiasi atas ketegaran Hasanah.
“Kami sangat bersedih atas kehilangan ini, tapi di sisi lain, kami juga bangga melihat semangat Ibu Hasanah yang luar biasa.
Semoga perjuangan ini membuahkan hasil yang terbaik,” katanya.