nasional

Kemenag Aceh Targetkan 20 Ribu Pohon Produktif di Tanah Wakaf

Senin, 16 Desember 2024 | 16:40 WIB
Penanaman 20.000 pohon oleh Kemenag Aceh di lahan wakaf (kemenag.go.id)

“Setiap daerah itu punya ciri khas. Kalau di pesisir, kita tanam kelapa atau cengkeh.

Di dataran tinggi seperti Bener Meriah, ya cocoknya kopi atau jeruk. Begitu juga di tempat lain, kita sesuaikan dengan potensi masing-masing,” kata Azhari sambil memberikan contoh-contoh.

Baca Juga: Tim IDBU UNDIP Berkolaborasi dengan Masyarakat Membuat Inovasi Pembibitan Mangrove Ramah Lingkungan di Desa Tambakbulusan

Komitmen Jangka Panjang

Azhari optimistis program ini tidak berhenti di angka 20 ribu.

“Kalau setiap tahun bisa tanam 20 ribu, maka dalam lima tahun, kita bisa capai 100 ribu pohon.

Insya Allah, semua tanah wakaf di Aceh nantinya bisa produktif,” tuturnya.

Ia juga menambahkan, hasil dari pohon-pohon produktif ini akan mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga lingkungan.

"Ini bukan cuma soal menanam pohon, tapi juga membangun masa depan yang lebih baik," imbuhnya.

Baca Juga: PT Kliring Berjangka Indonesia Buka Lowongan Kerja: Kesempatan Emas Berkarier di BUMN

Capaian di Beberapa Daerah

Beberapa kabupaten sudah bergerak lebih dulu.

Di Pidie Jaya, kelapa menjadi pilihan utama. Sementara itu, Aceh Timur menanam kelapa di tanah wakaf. Bahkan, di Gampong Sebatang, sawit kini mulai tumbuh subur.

Program ini juga terus dikejar di daerah--daerah lain yang belum selesai, seperti Langsa, Aceh Barat, Simeulue, dan Aceh Tamiang.

“Kalau ada yang belum selesai sebelum peringatan HAB, nggak apa-apa. Kita tetap akan lanjutkan sampai target tercapai,” ujar Azhari.

Halaman:

Tags

Terkini