nasional

Menyoal Hilirisasi Nikel, Menteri ESDM Bahlil Ungkap Kritik dan Rekomendasinya Usai Raih Gelar Doktor di Kampus UI

Jumat, 18 Oktober 2024 | 16:57 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam sidang terbuka promosi doktor di Universitas Indonesia (UI), pada Rabu, 16 Oktober 2024. (Instagram @bahlillahadalia)

Kebijakan Hilirisasi Nikel yang Belum Adil

Bahlil juga menyoroti kebijakan hilirisasi nikel yang belum memberikan keadilan bagi masyarakat daerah.

"Sementara beban tanggung jawab kepada mereka (masyarakat daerah) cukup luar biasa. Kesehatan, lingkungan, jalan-jalan, kemudian sampah, luar biasa sekali," terang Bahlil dalam presentasi disertasinya.

Bahlil menyoroti hilirisasi nikel di Morowali, Sulawesi Tengah, menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan warga sekitar.

Baca Juga: Gemini dari Google Kini Tersedia di Perangkat Xiaomi: Inovasi AI untuk Kreativitas Tanpa Batas

"Kesehatan, ISPA di Sulawesi Tengah khususnya di Morowali (capai) 54 persen, itu kena semua," terangnya.

Selain itu, hilirisasi nikel di Morowali itu juga membuat kualitas air di sekitar kawasan industri menjadi buruk.

Meskipun dirinya mengungkap kritik, dirinya juga mengakui hilirisasi merupakan langkah terbaik yang diambil pemerintah.

Pihaknya memastikan akan memulai perbaikan atas dampak buruk yang dihasilkan dari industri nikel.

Rekomendasi Reformasi Kebijakan

Bahlil juga mengutarakan soal solusinya terhadap kebijakan hilirisasi di Indonesia.

Salah satu rekomendasinya, yaitu reformasi kebijakan penguatan kemitraan antara investor dengan pengusaha daerah.

"Saya pikir ke depan kita akan lakukan perubahan, yang kami sarankan adalah 30 sampai 45 persen kami ingin penerimaan negara harus dibagikan ke daerah," terang Bahlil dalam kesempatan yang sama.

Baca Juga: Jadwal Rilis Anime Dandadan Episode 3 kapan? Sinopsis Pertarungan Seru Antara Nenek Turbo

Selain itu, pembagian dana bagi hasil (DBH) harus adil antara pendapatan dan pemberiannya.

Halaman:

Tags

Terkini