TITIKTEMU.CO - Kontroversi pertemuan 5 Nahdliyin dengan Presiden Israel menimbulkan kehebohan. PBNU melakukan pendalaman dan klarifikasi, sementara publik menanti hasilnya. Media nasional memberikan liputan mendalam mengenai perkembangan kontroversi ini.
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Gus Saifullah Yusuf (Gus Ipul), mengecam tindakan kelima kader muda NU yang bertemu dengan Isaac Herzog.
Gus Ipul menyayangkan tindakan mereka yang dinilai melukai hati, terutama karena NU dikenal sebagai organisasi yang getol mengutuk serangan Israel yang terjadi sejak Oktober 2023.
Baca Juga: Tahun Ajaran Baru Di Yogya , Tidak Ada Kegiatan Perundungan Dan Perpeloncoan
"Kepergian mereka ke Israel mendapatkan banyak kecaman yang nyata. Kunjungan itu juga melukai perasaan kita semua,” kata Gus Ipul seperti dilansir dari NU ONLINE.
Gus Ipul juga menyatakan bahwa PBNU masih mendalami persoalan tersebut dan meminta klarifikasi dari kelima individu tersebut.
Mereka akan dipanggil untuk memberikan keterangan lebih lanjut tentang maksud tujuan pertemuan, latar belakang, siapa yang memberangkatkan, dan hal-hal prinsip lainnya.
Ketua PBNU Savic Ali juga menegaskan bahwa kunjungan kelima warga NU tidak dilakukan atas nama organisasi.
PBNU juga belum mengetahui dukungan dari pihak mana mereka berangkat ke Israel.
"Kemungkinan kunjungan mereka atas nama pribadi. Kita tidak tahu tujuannya apa dan siapa yang mensponsorinya. Ini tindakan yang disesalkan,” ujarnya.
Baca Juga: ALHAMDULILLAH! Klaim DANA Gratis 16 Juli 2024 Via 2 Link DANA Kaget Gratis Terbaru Hari Ini, CUSS
Gus Ipul memastikan bahwa PBNU juga akan memanggil pimpinan organisasi badan otonom dan lembaga tempat mereka bernaung.
Jika ditemukan unsur pelanggaran organisasi, mereka akan diberhentikan dari statusnya.
Kontroversi ini telah menimbulkan kehebohan di kalangan masyarakat, terutama para pengikut NU dan pihak-pihak yang peduli terhadap isu Palestina-Israel.