nasional

Lebaran Ketupat Kapan? Ini Sejarah dan Filosofinya

Senin, 15 April 2024 | 12:35 WIB
Lebaran Ketupat 2024 Kapan? Ini Sejarah dan Filosofinya. (Freepik)

TITIKTEMU.CO – Setelah Lebaran 1 Syawal atau Idul Fitri, beberapa daerah di Indonesia memiliki tradisi turun-temurun, yaitu Lebaran Ketupat atau Bakda Kupat.

Lebaran Ketupat merupakan tradisi umat Islam, terutama di Jawa, yang dilaksanakan seminggu setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri atau pada 8 Syawal.

Tahun ini Idul Fitri pada Rabu 10 April, sehingga Lebaran Ketupat akan dilaksanakan pada Rabu 17 April 2024. Lebaran Ketupat adalah cara masyarakat desa merayakan lebaran.

Baca Juga: Oleh Oleh Dari Solo Usai Libur Lebaran, Apa Saja ?  

Bebeda dengan Lebaran 1 Swayal atau Raya Idul Fitri, tradisi Lebaran Ketupat atau bakda kupat tidak dirayakan dengan ibadah khusus.

Lebaran Ketupat dirayakan dengan makan bersama keluarga, berbagi hidangan berbahan ketupat seperti lontong opor ayam, sambal goreng, dan lainnya.

Ketupat adalah bagian utama dari bakda kupat ini. Kupat atau ketupat sendiri memiliki filosofi dan kentalk dengan nilai-nilai akulturasi budaya Islam dan Jawa yang kental.

Baca Juga: Puncak Arus Balik, Gunakan Rest Area Di Tol Dengan Bijak Supaya Tidak Menjadi Simpul Kemacetan 

Sejarah Lebaran Ketupat

Tradisi bakda kupat ini diperkenalkan Sunan Kalijaga, salah satu penyebar agama Islam di  Jawa. Sunan Kalijaga menggunakan ketupat untuk kepentingan syiar.

Dalam masyarakat Jawa, ketupat dimaknai sebagai frasa dari ngaku lepat atau mengakui semua kesalahan dan saling memaafkan.

Nilai filosofis lain juga terdapat dalam bungkus atau selosong berbetuk segi empat yang terbuat dari anyaman janur (daun kelapa muda).

Baca Juga: Rekomendasi 7 Wisata Boyolali untuk Libur Lebaran, Harga Tiket Tidak Naik 

Bentuk segi empat dari ketupat dipahami sebagai cerminan dari konsep masyakat Jawa tentang kiblat papat lima pancer di mana perjalanan hidup manusia pasti bermuara kepada Allah SWT.

Halaman:

Tags

Terkini