nasional

Jelang Debat Pilpres Terakhir, Program Pemerataan Pendidikan Prabowo Gibran: Pembangunan Sekolah Unggulan Sampai Beasiswa Anak Petani dan Nelayan

Minggu, 4 Februari 2024 | 13:39 WIB
Budisatrio Djiwandono menyebut pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka memiliki komitmen khusus pada pemerataaan pendidikan di Indonesia. (TKN Prabowo Gibran)

TITIKTEMU.CO, JAKARTA - Jelang Debat Pilpres terakhir yang salah satunya membahas pendidikan, Komandan Tim Komunikasi TKN Prabowo-Gibran, Budisatrio Djiwandono menyebut pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka memiliki komitmen khusus pada pemerataaan pendidikan di Indonesia.

Komitmen itu sudah menjadi prioritas utama Prabowo Subianto sebagai Menhan dan akan dilanjutkan saat menjadi Presiden nanti.

Baca Juga: Jelang Debat Terakhir, Budiman Sudjatmiko: Tiga Solusi Prabowo Gibran Capai Indonesia Emas

"Pembangunan pendidikan yang merata diperlukan untuk mempersiapkan kualitas SDM menuju bonus demografi dan Indonesia emas. Ini tidak bisa main-main, jika kita sampai gagal mempersiapkan (pendidikan) hari ini, bonus demografi justru menjadi beban demografi.” jelas Budisatrio di Jakarta, Minggu (4/2/2024).

Program-program yang sudah disiapkan oleh Prabowo Gibran untuk menuntaskan misi tersebut, mulai dari ketimpangan infrastruktur, makan siang gratis, akses pendidikan bagi keluarga tak mampu sampai pada anggaran pendidikan, dana abadi pesantren.

“Untuk pemerataan infrastruktur, Prabowo Gibran akan membangun sekolah unggulan terintegrasi di setiap kabupaten di Indonesia. Kemudian juga sekolah-sekolah yang rusak akan direnovasi. Ini masalah yang dialami oleh masyarakat di daerah, sekolah berkualitas nanti tak perlu jauh-jauh ke kabupaten atau provinsi lain.” jelasnya.

Baca Juga: Tawangmangu Wonder Park Tempat Liburan Seru Banget di Karanganyar: Harga Tiket Masuk, Fasilitas, Spot dan Rute Lokasi

Baca Juga: Sakaw Coffee: Tempat Nongkrong Instagrammable di Tawangmangu yang Bikin Kepo!

Program Makan Siang dan Susu Gratis, lanjut Budisatrio, juga ditujukan sebagai investasi agar anak-anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama.

“Riset menunjukkan 27% anak Indonesia berangkat ke sekolah dengan perut kosong. Bahkan di perkotaan yang padat pemukiman lebih banyak lagi, mencapai 40-50%. Kalaupun jajan di sekolah, gizinya juga tidak terjamin.” urainya.

Baca Juga: Malam Mingguan, Prabowo-Gibran Kunjungi Festival Negeri Elok Karya Didit

“Program Makan Siang dan Susu Gratis akan membantu meningkatkan potensi akademis dan konsentrasi. Ini akan mengurangi ketimpangan antara anak keluarga mampu dengan tidak. Secara riset internasional, cara ini sudah terbukti.” lanjut Budisatrio.

Untuk menjamin pendidikan yang bisa mengakses kelas bawah, anak petani dan nelayan juga akan diberikan perhatian khusus berupa beasiswa.

Baca Juga: Captivating The King Episode 5-6 Tayang Sabtu-Minggu di Netfilx, LINK Nonton Klik Di Sini

Halaman:

Tags

Terkini