5. Satu Dental
Satu Dental masuk daftar berkat kiprahnya di sektor kesehatan gigi. Startup yang berdiri sejak 2021 ini mengembangkan jaringan klinik dengan layanan perawatan gigi yang menyasar kebutuhan masyarakat luas.
Baca Juga: 1.000+ Lowongan Kerja di KEK Batang Dibuka! 3.500 Orang Sudah Berebut Kursinya
Hingga Juni 2026, Satu Dental telah memiliki 56 klinik dan bekerja dengan sekitar 500 dokter gigi serta dokter umum. Targetnya, jumlah klinik menembus lebih dari 60 lokasi pada akhir 2026.
6. Sirka
Sirka awalnya dikenal sebagai platform pendampingan kesehatan dan pola makan. Kini bisnisnya berkembang dengan membuka klinik yang menangani pengelolaan berat badan, kesehatan pencernaan, diabetes serta penyakit kronis.
Perusahaan yang didirikan Rifanditto Adhikara pada 2021 ini memiliki dua klinik di Jabodetabek dan berencana menambah tiga lokasi sepanjang 2026.
Baca Juga: Apa Itu AHWA? Ini Alasan Forum 9 Kiai Sepuh Kini Berperan Menentukan Ketum PBNU 2026-2031
7. Soul Parking
Masalah parkir yang bikin kepala panas justru menjadi ladang bisnis bagi Soul Parking. Startup ini mengembangkan sistem parkir pintar, aplikasi pengguna kendaraan dan teknologi mekanis untuk menambah kapasitas parkir.
Salah satu sistemnya berupa rak vertikal untuk sepeda motor yang diklaim mampu meningkatkan kapasitas hingga delapan kali dibandingkan parkir konvensional. Saat ini, Soul Parking mengelola sekitar 150 lokasi.
8. Waste4Change
Terakhir ada Waste4Change, perusahaan yang bermain di sektor lingkungan. Sejak didirikan pada 2014, perusahaan ini mengembangkan berbagai program pengelolaan sampah, termasuk daur ulang dan pengomposan.
Baca Juga: Gubernur BI Berganti, Tapi Rupiah Diprediksi Tetap Loyo sampai 2031: Ini Masalahnya
Waste4Change mengklaim telah menangani lebih dari 90.000 ton sampah, dengan sekitar 38.000 ton di antaranya dikelola selama 2025.
AI Memang Dominan, Tapi Bukan Satu-satunya
Forbes Asia mencatat AI sebagai tema utama dalam daftar 2026. Hampir seperempat perusahaan yang terpilih merupakan perusahaan teknologi untuk bisnis yang menawarkan solusi berbasis AI.
Namun, robotika dan teknologi hijau juga mencuri perhatian. Masing-masing sektor menyumbang sekitar 10 perusahaan dalam daftar, menunjukkan bahwa peluang startup Asia kini tidak hanya berputar di layar ponsel.
Untuk masuk Forbes Asia 100 to Watch 2026, perusahaan harus berbasis di Asia-Pasifik, bersifat privat dan berorientasi laba. Pendapatan tahunannya tidak boleh lebih dari 50 juta dollar AS, sementara total pendanaan hingga 15 Agustus 2026 maksimal 100 juta dollar AS.
Forbes kemudian menilai perusahaan berdasarkan inovasi, prospek bisnis, kesesuaian produk dengan pasar, pertumbuhan pendapatan, dampak terhadap industri serta kemampuan memperoleh pendanaan. Dengan delapan nama yang masuk, startup Indonesia menunjukkan bahwa ide bisnis dari dalam negeri mulai punya tempat dalam peta inovasi Asia.***
Artikel Terkait
Mutasi 424 Polisi Digelar, Sejumlah Jabatan Strategis Polri Resmi Berganti
Gunung Sinabung Level Waspada, Babinsa dan PVMBG Perketat Pantauan di Karo
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta Berakhir Hari Ini, Jangan Sampai Denda Kembali Mengintai!
BRI Cetak Laba Rp31,2 Triliun di Triwulan II 2026, Kredit UMKM Tembus Rp1.235 Triliun
Jembatan Gantung Pongpet Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan, 50 Orang Terjatuh Termasuk Bupati
Viral Pernyataan Kadisdik Kalteng soal Sekolah di Tengah Karhutla, Singgung MBG hingga Siswa ke Kafe
Baterai Motor Listrik Mulai Drop Setelah 1 Tahun? Ternyata Cara Pakai Sangat Menentukan