Bukan Cuma Startup AI, 8 Perusahaan Indonesia Ini Tembus Forbes Asia 100 to Watch 2026

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Senin, 31 Agustus 2026 | 16:29 WIB

5. Satu Dental

Satu Dental masuk daftar berkat kiprahnya di sektor kesehatan gigi. Startup yang berdiri sejak 2021 ini mengembangkan jaringan klinik dengan layanan perawatan gigi yang menyasar kebutuhan masyarakat luas.

Baca Juga: 1.000+ Lowongan Kerja di KEK Batang Dibuka! 3.500 Orang Sudah Berebut Kursinya

Hingga Juni 2026, Satu Dental telah memiliki 56 klinik dan bekerja dengan sekitar 500 dokter gigi serta dokter umum. Targetnya, jumlah klinik menembus lebih dari 60 lokasi pada akhir 2026.

6. Sirka

Sirka awalnya dikenal sebagai platform pendampingan kesehatan dan pola makan. Kini bisnisnya berkembang dengan membuka klinik yang menangani pengelolaan berat badan, kesehatan pencernaan, diabetes serta penyakit kronis.

Perusahaan yang didirikan Rifanditto Adhikara pada 2021 ini memiliki dua klinik di Jabodetabek dan berencana menambah tiga lokasi sepanjang 2026.

Baca Juga: Apa Itu AHWA? Ini Alasan Forum 9 Kiai Sepuh Kini Berperan Menentukan Ketum PBNU 2026-2031

7. Soul Parking

Masalah parkir yang bikin kepala panas justru menjadi ladang bisnis bagi Soul Parking. Startup ini mengembangkan sistem parkir pintar, aplikasi pengguna kendaraan dan teknologi mekanis untuk menambah kapasitas parkir.

Salah satu sistemnya berupa rak vertikal untuk sepeda motor yang diklaim mampu meningkatkan kapasitas hingga delapan kali dibandingkan parkir konvensional. Saat ini, Soul Parking mengelola sekitar 150 lokasi.

8. Waste4Change

Terakhir ada Waste4Change, perusahaan yang bermain di sektor lingkungan. Sejak didirikan pada 2014, perusahaan ini mengembangkan berbagai program pengelolaan sampah, termasuk daur ulang dan pengomposan.

Baca Juga: Gubernur BI Berganti, Tapi Rupiah Diprediksi Tetap Loyo sampai 2031: Ini Masalahnya

Waste4Change mengklaim telah menangani lebih dari 90.000 ton sampah, dengan sekitar 38.000 ton di antaranya dikelola selama 2025.

AI Memang Dominan, Tapi Bukan Satu-satunya

Forbes Asia mencatat AI sebagai tema utama dalam daftar 2026. Hampir seperempat perusahaan yang terpilih merupakan perusahaan teknologi untuk bisnis yang menawarkan solusi berbasis AI.

Namun, robotika dan teknologi hijau juga mencuri perhatian. Masing-masing sektor menyumbang sekitar 10 perusahaan dalam daftar, menunjukkan bahwa peluang startup Asia kini tidak hanya berputar di layar ponsel.

Untuk masuk Forbes Asia 100 to Watch 2026, perusahaan harus berbasis di Asia-Pasifik, bersifat privat dan berorientasi laba. Pendapatan tahunannya tidak boleh lebih dari 50 juta dollar AS, sementara total pendanaan hingga 15 Agustus 2026 maksimal 100 juta dollar AS.

Forbes kemudian menilai perusahaan berdasarkan inovasi, prospek bisnis, kesesuaian produk dengan pasar, pertumbuhan pendapatan, dampak terhadap industri serta kemampuan memperoleh pendanaan. Dengan delapan nama yang masuk, startup Indonesia menunjukkan bahwa ide bisnis dari dalam negeri mulai punya tempat dalam peta inovasi Asia.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Leihana

Sumber: Forbes

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X