PLN Bongkar Penyebab Blackout Sumatera: Bukan Bencana, Tapi Efek Domino yang Tak Terduga

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Sabtu, 23 Mei 2026 | 21:10 WIB
Ilustrasi PLN ungkap blackout Sumatera (Instagram @bohorok_talk)
Ilustrasi PLN ungkap blackout Sumatera (Instagram @bohorok_talk)

Pembangkit lain ikut keluar dari sistem satu per satu. Seperti kartu domino yang dijatuhkan — satu bergerak, semuanya ikut roboh.

Baca Juga: Syal Merah di Dermaga Jumunjin Kembali! Gong Yoo dan Kim Go Eun Reuni 10 Tahun Drama Goblin

"Gangguan pada ruas transmisi berdampak meluas pada sebagian sistem transmisi Sumatera," kata Darmawan.

Wilayah terdampak meliputi Jambi, Riau, Sumatera Utara, Aceh, hingga sebagian Sumatera Selatan.

Berbeda dari Blackout Sebelumnya

PLN menegaskan insiden ini tidak sama dengan pemadaman yang pernah terjadi akibat banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumut, atau Sumbar.

Baca Juga: Buruan Daftar! PAMA Buka Lowongan Kerja 2026 untuk 3 Posisi di Tambang Sulawesi

Dulu, infrastruktur fisik seperti menara transmisi roboh dan kabel putus menjadi penyebab utama.

Kali ini, tidak ada kerusakan fisik berarti — yang terjadi adalah kegagalan sistem secara berantai.

Justru karena itulah pemulihan bisa dilakukan lebih cepat. PLN menurunkan ratusan personel sejak gangguan pertama tercatat pukul 18.44 WIB, dan dalam waktu sekitar dua jam, seluruh gardu induk serta jaringan transmisi berhasil dipulihkan.

Baca Juga: Diam-diam Lo Kheng Hong Borong Saham Lagi — GJTL dan SIMP Masuk Keranjang!

Yang Butuh Waktu: PLTU

Tantangan sesungguhnya bukan memperbaiki transmisi, melainkan menghidupkan kembali pembangkit — khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Berbeda dengan pembangkit hidro atau gas yang bisa lebih cepat kembali beroperasi, PLTU butuh proses panjang: pemanasan, sinkronisasi, hingga pengujian sebelum bisa menyuplai daya penuh.

PLN memperkirakan proses ini memakan waktu 15 hingga 20 jam.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Leihana

Sumber: PLN

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X