Haru di Geudumbak Aceh Utara: Warga Pengungsi Beri Jeruk Nipis untuk Relawan di Tengah Bencana

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Selasa, 17 Februari 2026 | 08:05 WIB
Cerita relawan saat mendapatkan oleh-oleh jeruk nipis dari warga Desa Geudumbak, Aceh Utara.  ((Instagram/mnztl_))
Cerita relawan saat mendapatkan oleh-oleh jeruk nipis dari warga Desa Geudumbak, Aceh Utara. ((Instagram/mnztl_))

TITIKTEMU.CO - Kisah menyentuh hati datang dari Desa Geudumbak, Kabupaten Aceh Utara, saat para relawan mengunjungi wilayah terdampak banjir dan longsor. Alih-alih hanya menerima bantuan, warga justru memberikan buah tangan kepada para relawan.

Cerita ini dibagikan oleh influencer Aceh, Manda, melalui akun Instagram @mnztl_ pada Senin, 16 Februari 2026. Dalam video berdurasi 2 menit 32 detik, ia menceritakan pengalaman tak terlupakan saat hendak meninggalkan lokasi pengungsian.

Jeruk Nipis dari Hasil Kebun Sendiri

Manda menuturkan, ketika dirinya dan tim hendak pulang untuk menunaikan salat Maghrib, beberapa ibu-ibu bersama seorang nenek menghampiri mobil mereka. Sang nenek menawarkan sekantong jeruk nipis untuk dibawa pulang.

Baca Juga: Viral ‘Wisata Kubangan’ di Purbolinggo Lampung Timur, Anak-Anak Berendam di Jalan Rusak

Awalnya, Manda mengira jeruk nipis tersebut hendak dijual. Ia pun berniat membelinya. Namun, sang nenek menolak tawaran itu dan bersikeras memberikannya secara cuma-cuma sebagai bentuk sedekah dari hasil kebun sendiri.

Momen tersebut membuatnya terharu. Ia menyadari bahwa warga yang masih tinggal di tenda pengungsian, tanpa rumah dan dalam kondisi sulit, tetap memiliki kepedulian dan keinginan berbagi kepada relawan yang datang membantu.

Tradisi Berbagi yang Sudah Lama Dilakukan

Menurut Manda, peristiwa ini bukanlah hal baru di Aceh. Ia mengungkapkan bahwa masyarakat setempat memang dikenal gemar berbagi hasil panen kepada tamu, terutama saat musim buah tiba.

Berbagai hasil kebun seperti durian, jengkol, rambutan, jeruk nipis, langsat, hingga manggis kerap dibagikan secara gratis. Padahal, hasil panen tersebut sebenarnya bisa dijual untuk menambah pemasukan keluarga.

Baca Juga: Detik-Detik Angkot Nyaris Tertabrak KRL Cikarang Line di Tambora Jakbar, Video Viral di Medsos

Dampak Banjir dan Longsor di Geudumbak

Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup parah akibat banjir dan longsor pada akhir November 2025. Air bah yang datang membawa kayu-kayu gelondongan berukuran besar, menyebabkan banyak rumah warga rusak hingga hancur.

Belum lama ini, tumpukan kayu gelondongan di desa tersebut juga sempat terbakar, diduga akibat cuaca panas yang melanda wilayah Aceh Utara.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X