Krisis Air Bersih di Aceh Tamiang Pasca Banjir Bandang, Warga Terpaksa Langsir Air Lebih dari 1 Km

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Selasa, 27 Januari 2026 | 11:26 WIB
Warga di sebagian wilayah Aceh Tamiang masih mengalami krisis air bersih. (Instagram/faza.fauzan_)
Warga di sebagian wilayah Aceh Tamiang masih mengalami krisis air bersih. (Instagram/faza.fauzan_)

TITIKTEMU.CO - Kebutuhan air bersih hingga kini masih menjadi persoalan serius bagi sejumlah wilayah di Aceh Tamiang. Dua bulan setelah banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November 2025, banyak warga masih bergantung pada upaya manual untuk mendapatkan air demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi ini dirasakan langsung oleh warga Dusun Sidodadi, Kampung Payanas, yang hingga sekarang belum kembali menikmati akses air bersih seperti sebelum bencana melanda.

Akses PDAM Terputus Akibat Banjir

Sebelum banjir bandang terjadi, warga Dusun Sidodadi mengandalkan pasokan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Namun derasnya banjir merusak seluruh infrastruktur penyaluran air, mulai dari pipa hingga mesin pendukung.

Baca Juga: Garuda UNY Eco Team Kembali Berjaya, Raih Juara 1 Shell Eco-Marathon Asia Pacific–Middle East 2026

Seorang relawan yang mendampingi warga menjelaskan bahwa fasilitas PDAM rusak parah dan hanyut terbawa arus banjir. Akibatnya, aliran air ke permukiman warga terputus total dan belum pulih hingga saat ini.

“Setelah banjir, pipa-pipa hilang dan mesin juga hanyut. Sudah dua bulan warga harus melangsir air,” ujar relawan tersebut, dikutip dari unggahan Instagram @faza.fauzan_, Selasa (27/1/2026).

Warga Harus Tempuh Jarak Lebih dari 1 Km

Kelangkaan air bersih memaksa warga berjalan jauh setiap hari. Salah satu warga mengaku harus menempuh jarak lebih dari satu kilometer untuk mengambil air, dilakukan rutin setiap pagi dan sore.

“Untuk mandi, mencuci, semuanya harus langsir air. Jaraknya lebih dari satu kilometer,” ungkapnya.

Situasi ini tidak hanya melelahkan, tetapi juga menyulitkan aktivitas harian warga, terutama bagi lansia dan anak-anak.

Baca Juga: Banjir Bandang Terjang Desa Penakir Pemalang, Warga Ceritakan Detik-detik Air Datang Bertubi-tubi

Bantuan Air Bersih Mulai Berkurang

Kondisi serupa juga dialami warga di kawasan perkotaan Aceh Tamiang. Mereka menyebutkan bahwa bantuan air bersih yang sebelumnya rutin diberikan kini mulai berkurang, sementara kebutuhan air masih tinggi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X