Rumah Warga Pidie Jaya Menyempit Akibat Endapan Lumpur Banjir, Aktivitas Harus Selalu Menunduk

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Rabu, 24 Desember 2025 | 23:23 WIB
Tangkapan layar kondisi rumah warga Pidie Jaya yang menyempit karena sisa lumpur banjir yang menggenang telah mengeras. (TikTok/Fajri Castro)
Tangkapan layar kondisi rumah warga Pidie Jaya yang menyempit karena sisa lumpur banjir yang menggenang telah mengeras. (TikTok/Fajri Castro)

TITIKTEMU.CO - Harapan warga Desa Dayah Husen Meurah, Kabupaten Pidie Jaya, untuk kembali menikmati kenyamanan rumah usai mengungsi kini sirna. Rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung justru berubah menjadi ruang sempit akibat tertimbun lumpur tebal sisa banjir.

Kondisi memprihatinkan tersebut terekam dalam sebuah video yang diunggah akun TikTok @FajriCastro pada Selasa, 23 Desember 2025. Dalam rekaman itu, tampak bangunan rumah warga mengalami perubahan drastis setelah diterjang banjir yang membawa sedimen dalam jumlah besar.

Lantai Rumah Naik Setengah Bangunan

Endapan lumpur yang terbawa banjir sejak akhir November perlahan mengeras dan kini menjadi lapisan lantai baru. Ketinggiannya bahkan mencapai hampir setengah badan bangunan, membuat jarak antara lantai dan atap rumah semakin rendah.

Baca Juga: Ferry Irwandi Dorong Pemulihan Ekonomi Korban Banjir dengan Distribusi Hasil Tani dari Sumatera

Akibatnya, warga terpaksa membungkuk dalam-dalam setiap kali masuk maupun beraktivitas di dalam rumah. Pemandangan ini terlihat jelas dalam video, memperlihatkan betapa sulitnya kondisi yang harus mereka hadapi.

“Ini salah satu rumah warga di Dayah Husen Meurah, Pidie Jaya,” ujar pria dalam video sambil menunjukkan bangunan yang tertimbun lumpur.

Lumpur Mengendap Sejak Akhir November

Menurut penjelasan dalam video tersebut, proses pengendapan lumpur berlangsung cukup lama. Material sedimen mulai menumpuk sejak 26 November hingga akhirnya mengering sekitar 20 Desember 2025. Kondisi lumpur yang telah mengeras membuat pembersihan secara manual nyaris mustahil dilakukan.

Meski rumah tak lagi layak secara fungsi, kebutuhan untuk kembali ke tempat tinggal sendiri mendorong warga meninggalkan lokasi pengungsian.

Baca Juga: Jelang Natal dan Tahun Baru 2026, Satgas Pangan Banyuwangi Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil

“Warga yang sempat mengungsi memilih kembali ke rumah setelah lumpur mengering,” tutur pria tersebut.

Bertahan di Tengah Keterbatasan

Kini, warga Dayah Husen Meurah harus menerima kenyataan pahit. Rumah yang dahulu luas dan nyaman berubah menjadi hunian sempit dengan ruang gerak terbatas. Setiap aktivitas di dalam rumah harus dilakukan dengan posisi menunduk.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X