TEGAS! MBG bukan sekadar bantuan sosial. CEO Promedia: Oknum 'Tukang Olah Proyek' Harus Dibersihkan, Jangan Rusak Program Unggulan Presiden

photo author
Ipiek Riyanto, TitikTemu.co
- Selasa, 14 Oktober 2025 | 06:37 WIB
CEO Promedia, Agus Sulistriyono  (TitikTemu )
CEO Promedia, Agus Sulistriyono (TitikTemu )

TITIKTEMU.CO, JakartaCEO Promedia, Agus Sulistriyono, menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN) MBG bukan sekadar bantuan sosial, melainkan motor penggerak ekonomi rakyat. 

Menurut Agus, engan pendekatan yang tepat MBG bisa menciptakan efek domino berupa pembukaan lapangan kerja, penyerapan bahan baku dari daerah, dan perputaran uang yang besar di tingkat lokal.

Pria yang akrab disapa Mas Sulis ini menilai, MBG bukan sekadar bantuan sosial, tapi penggerak ekonomi rakyat yang bisa dorong pertumbuhan hingga 8%.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tiba di Mesir Hadiri Penandatanganan Perjanjian Penghentian Perang di Gaza

"Kalau sistemnya dibenahi dan pelaksanaannya transparan, program ini bisa menggerakkan ekonomi rakyat sampai ke desa-desa. Uang negara akan berputar di daerah, petani, nelayan, dan UMKM akan hidup,” kata Sulis dalam perbincangan di Jakarta, Senin (13/10/2025).

Mas Sulis menjelaskan, ketika tata kelola MBG semakin sempurna, dampaknya tidak hanya pada gizi anak sekolah, tetapi juga pada pertumbuhan ekonomi nasional. 

Baca Juga: Seskab Teddy dan Menaker Yassierli Tinjau Program Magang Nasional, Siap Serap 20 Ribu Lulusan di Oktober 2025

Agus Sulistriyono menilai MBG bukan sekadar bantuan sosial, tapi penggerak ekonomi rakyat yang bisa dorong pertumbuhan hingga 8%.

“Kalau ini dijalankan serius, pertumbuhan ekonomi 6 hingga 8 persen seperti target Presiden Prabowo bukan hal mustahil,” katanya.

Baca Juga: Jelang Penutupan, Paviliun Indonesia di World Expo 2025 Osaka Raih Berbagai Capaian Penting Dari Penghargaan hingga Investasi Rp450 Triliun

Ia juga menilai bahwa keberhasilan MBG harus dilihat sebagai proses bertahap. Ketika pertumbuhan ekonomi meningkat, maka anggaran program dapat ditingkatkan untuk memperbaiki kandungan gizi secara ideal.

"Program ini akan berevolusi seiring ekonomi membaik. Yang penting, tata kelolanya harus terus diperbaiki dan terbuka terhadap masukan," ujar jurnalis senior ini.

Baca Juga: BRI Hadirkan Musik Kelas Dunia, Konser Babyface dengan Penawaran Eksklusif BRImo Diskon 25%

Namun, mas Sulis mengingatkan agar pengurus MBG dan pihak terkait tidak alergi terhadap evaluasi dan improvisasi tata kelola. Ia menyoroti munculnya isu miring tentang praktik “komisi sana-sini” yang dinilai bisa mencederai tujuan program.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ipiek Riyanto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X