Banjir Bali: Satu Keluarga di Badung Hilang Terseret Arus, Pencarian Masih Berlangsung

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Jumat, 12 September 2025 | 21:35 WIB
Banjir Bali: Satu Keluarga di Badung Hilang Terseret Arus, Pencarian Masih Berlangsung. (Humas Polres Badung)
Banjir Bali: Satu Keluarga di Badung Hilang Terseret Arus, Pencarian Masih Berlangsung. (Humas Polres Badung)

TITIKTEMU.CO - Bencana banjir Bali masih menyisakan tragedi. Sebuah keluarga terdiri dari tiga orang dilaporkan hilang setelah rumah mereka terseret arus sungai yang meluap.

Keluarga tersebut tinggal di Perumahan Residence Bukit Tinggi, Desa Mengwitani, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.

Menurut Kapolsek Mengwi, Kompol Anak Agung Gede Rai Darmayasa, ketiga korban adalah Rio Hadnar Boelan (56), istrinya Dewi Ratnawati Soenarjo (57), dan anak mereka, Riviere Timothy George Wicaksono Boelan (23).

Baca Juga: Update Banjir Bali: 18 Orang Meninggal, Ratusan Titik Masih Terendam 

Diduga, ketiganya terseret aliran Sungai Penet yang meluap dan menghantam rumah mereka pada malam kejadian. Seorang anggota keluarga, Ruth Deidree Marie Korin Boelan (27), selamat karena sedang bekerja di Denpasar.

Menurut keterangan polisi, Ruth sempat berusaha menghubungi orang tuanya pada malam banjir, namun tidak ada respons. Saat dia mendatangi rumah, bangunan tersebut sudah hilang terbawa arus.

Tim SAR gabungan hingga kini masih berusaha mencari keberadaan tiga korban hilang. Dalam upaya pencarian, petugas menemukan dua unit sepeda motor milik keluarga tersebut tidak jauh dari lokasi.

Pencarian dilakukan dengan menggunakan dua ekskavator untuk mengangkat material bangunan yang runtuh. Selain itu, tim juga melakukan penyisiran sepanjang aliran Sungai Penet hingga muara di Pantai Mengening.  

Baca Juga: Gerakan Nurani Bangsa Bertemu Presiden Prabowo: Dari Investigasi Independen Demo Agustus hingga Reformasi Polisi 

Korban Jiwa Akibat Banjir Bali

Hingga Jumat 12 September, tercatat 18 orang meninggal dunia. Sebanyak, 12 korban dari Kota Denpasar, tiga dari Kabupaten Gianyar, dua dari Kabupaten Jembrana, dan satu dari Kabupaten Badung.

Selain korban meninggal, jumlah warga yang mengungsi juga cukup besar. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali melaporkan ada 436 orang pengungsi yang tersebar di beberapa titik.

Dari jumlah itu, 186 orang berada di Denpasar dengan lokasi pengungsian di SD 25 Pemecutan, Banjar Sedana Mertha, Banjar Dakdakan, Banjar Kesambi, Posko Pulau Misol, serta Banjar Tohpati.

Sementara di Kabupaten Jembrana, tercatat 250 orang mengungsi di Banjar Tengah dan Desa Lelateng.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X