Bapanas Dorong Peternak Lokal Jual Sapi Hidup: Strategi Baru Kurangi Daging Impor Beku

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Sabtu, 30 Agustus 2025 | 15:59 WIB
Foto ilustrasi peternakan sapi - Bapanas jelaskan alasan impor sapi hidup. ((Unsplash/Austin Santaniello)
Foto ilustrasi peternakan sapi - Bapanas jelaskan alasan impor sapi hidup. ((Unsplash/Austin Santaniello)

TITIKTEMU.CO - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, menegaskan bahwa pemerintah tengah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan, khususnya sektor peternakan.

Salah satunya adalah dengan melibatkan Koperasi Merah Putih agar bisa menjadi wadah bagi peternak lokal dalam menjual sapi hidup.

Menurut Arief, rencana ini bukan sekadar soal impor, tetapi juga cara memberi ruang lebih besar bagi peternak desa untuk mendapatkan keuntungan langsung dari hasil ternak mereka.

Baca Juga: Vampir Ekonomi: Cara Nyeleneh Dennis Snower Mengulik Kebijakan Makro yang Dekat dengan Hidup Kita

Dari Daging Beku ke Sapi Hidup

Selama ini, Indonesia lebih banyak mengandalkan impor daging sapi beku (frozen meat) dari luar negeri.

Namun, pola tersebut dinilai tidak memberikan nilai tambah yang signifikan bagi masyarakat, apalagi untuk peternak kecil.

“Kalau kita hanya impor daging beku, masyarakat tidak dapat manfaat besar. Dengan sapi hidup, para peternak bisa berjualan sapi sekaligus hasilnya,” ujar Arief.

Transformasi ke impor sapi hidup diyakini akan menciptakan efek berganda: peternak desa bisa ikut terlibat dalam rantai pasok, dan ekonomi lokal ikut terdongkrak.

Peran Koperasi Merah Putih

Lewat Koperasi Merah Putih, rencana ini tidak hanya sekadar konsep di atas kertas.

Nantinya, koperasi bisa menjadi jembatan antara impor sapi hidup dengan peternak lokal.

Hal ini memungkinkan sapi yang masuk dari luar negeri tidak langsung beredar sebagai daging beku, melainkan dipelihara, dijual, dan dimanfaatkan oleh peternak di daerah.

Arief optimistis, langkah ini akan mengurangi ketergantungan pada daging beku impor sekaligus memperkuat posisi peternak lokal dalam ekosistem pangan nasional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: badanpangan.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X