> “Tolong bikin UU larangan sound horeg,” tulis pengguna Instagram @ayl*****9.
Baca Juga: Profil Bidi dan Item: Kisah Pasangan Viral TikTok yang Berujung Kontroversi
Hiburan Rakyat vs Ketertiban Warga
Meski dianggap sebagai bagian dari hiburan rakyat, fenomena sound horeg memang telah lama menuai pro dan kontra.
Disatu sisi, acara tersebut memberikan hiburan gratis bagi warga. Namun, di sisi lain, volume yang kelewat keras kerap mengganggu kenyamanan lingkungan.
Tak sedikit warga yang mengeluh karena anak-anak mereka tak bisa tidur, orang tua stres, dan hewan peliharaan menjadi gelisah akibat getaran suara berfrekuensi tinggi.
Pemerintah Diminta Tidak Tutup Mata
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah daerah terkait video viral ini. Namun, tekanan dari masyarakat tampaknya kian menguat.
Desakan agar dibuatkan peraturan tentang batas volume dan jam operasional sound system di acara publik terus bermunculan di media sosial.
Jika tidak segera ditindak, dikhawatirkan konflik horizontal bisa muncul antara pihak penyelenggara dan warga yang merasa dirugikan.
Fenomena sound horeg harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Hiburan memang hak semua orang, tapi kenyamanan dan keamanan lingkungan juga tak boleh dikorbankan.
Sudah saatnya ada regulasi jelas soal batas penggunaan sound system dalam acara publik, agar masyarakat bisa hidup damai tanpa dentuman yang menggetarkan jendela rumah.***
Artikel Terkait
LINK Video Lisa Mariana dan Pria Bertato Viral, Cek Fakta Mengejutkan di Balik Kasus Ini
Viral! Wanita Dicegah Imigrasi Jakarta Saat Mau ke Pakistan Temui Pacar Facebook, Diduga Kena Love Scamming
Dari Drama Korea S Line ke Fenomena Trend Garis Merah, Lagi Viral di Media Sosial
Profil Bidi dan Item: Kisah Pasangan Viral TikTok yang Berujung Kontroversi
130 dB Merobek Senyap: Dilema Sound Horeg di Tengah Masyarakat