Wow Kawasan Kumuh Terban Disulap Jadi Permukiman Layak Huni, Buah Dari Penataan “Mahannani’

photo author
AB Soleh, TitikTemu.co
- Jumat, 17 Januari 2025 | 08:00 WIB
Penataan kawasan kumuh di RT 02 Terban dengan konsep Mahananni kini lebih tertata, aman dan layak huni.  (Pemkot Yogyakarta)
Penataan kawasan kumuh di RT 02 Terban dengan konsep Mahananni kini lebih tertata, aman dan layak huni. (Pemkot Yogyakarta)

TITIKTEMU.CO, Pemerintah Kota Yogyakarta dengan dukungan pemerintah pusat dan masyarakat telah menyelesaikan penataan kawasan kumuh di RT 02 RW 01 Terban.

Penataan dengan konsep perumahan dan permukiman layak huni (Mahananni) menyulap kawasan kumuh di bantaran Sungai Code itu menjadi permukiman warga yang layak huni. Rumah warga yang sebelumnya tersebar tak beraturan di bantaran, ditata menjauh dari sungai dengan dibangun rumah deret.

Penjabat Wali Kota Yogyakarta Sugeng Purwanto menyerahkan secara simbolis kunci rumah kepada perwakilan warga yang menempati rumah deret di Terban. 

Menurut Sugeng hasil penataan kawasan kumuh di Terban luar biasa. Artinya tidak sekadar membandingkan dengan sebelumnya. Bahkan dari konstruksi, bangunan dan bagian peran serta aktif dari masyarakat yang menempati rumah. Tidak hanya tertata dan memberikan kenyamanan aspek lingkungan tapi  juga keamanan.

“Bangunannya bagus. Tidak sekadar menjadi baik tertata. Tapi punya kekuatan konstruksi yang sangat bisa diandalkan,” kata Sugeng.

Baca Juga: Gerak Cepat, Pemkot Yogya Segera Bangun Rumah Terdampak Talud Longsor Ngampilan

Sugeng mengucapkan terima kasih kepada semua pihak antara lain pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha dan masyarakat sehingga penataan kawasan kumuh dapat terwujud. Terutama keikhlasan para pengguna bangunan rumah karena dengan penataan diakuinya mengurangi luasan bangunan sebelumnya. Tetapi pemerintah menata dengan dibuat bangunan dua lantai sebagai kompensasi luasan bangunan saat masih satu lantai.

“Marwah dari kegiatan ini yang pasti adalah penataan lingkungan. Ini juga bentuk kepedulian dari pemerintah untuk memberikan stimulan bantuan berwujud perumahan yang sudah tertata yang harapannya kemudian memberikan kenyamanan bagi pemiliknya,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Dinas PUPKP Kota Yogyakarta Umi Akhsanti menjelaskan penataan permukiman kumuh di kawasan Terban adalah pilot project dengan konsep Mahananni. Kata mahananni dalam bahasa Jawa akan menjadi sebab selanjutnya. Diharapkan setelah ditata akan menjadi kampung yang lebih baik atau kampung madani.  Penataan kawasan kumuh di Terban seluas sekitar 2 hektare dan ada sekitar 22 Kepala Keluarga yang menempati rumah. Selain permukiman, juga membangun talud, saluran sanitasi. 

Baca Juga: Prabowo Gaet Investor Qatar untuk Bangun 1 Juta Rumah Rakyat: Komitmen Nyata untuk Indonesia

“Mahananni ini menggunakan konsep konsolidasi lahan. Tidak sekadar mundur. Jadi secara prinsip ketika kemarin (sebelumnya) masyarakat punya rumah sampai bawah. Kemudian kita berembuk dengan warga dan gampang ditata. Jadi  ini support yang luar biasa,” jelas Umi.

Dia menyebut total anggaran untuk penataan permukiman kawasan kumuh di Terban mencapai sekitar Rp 13,19 miliar. Anggaran itu berasal dari APBD Kota Yogyakarta sekitar Rp 9,2 miliar dan dana alokasi khusus (DAK) dari APBN sekitar Rp 3,9 miliar. Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Perumahan yang mendukung DAK untuk pembangunan perumahan. Termasuk kepada perguruan tinggi Universitas Islam Indonesia dan Universitas Kristen Duta Wacana yang membantu mendampingi dalam perencanaan dan berembuk dengan warga.

“Kolaborasi ini cukup banyak. Kita keroyokan anggaran dengan DAK dan APBD. Kelebihan di sini tanahnya adalah Sultan Ground, sehingga lebih mudah dalam penataan kawasan menjadi lebih baik. Ini Belum selesai, di bagian bawah masih berupa tanah ini akan kita selesaikan dengan TMMD 2025,” terangnya.

Salah satu warga Terban yang rumahnya masuk penataan Hadi Wahono merasa senang dengan hasil penataan permukiman itu. Diakuinya kini bangunan rumah lebih mundur tapi dibuat bangunan berlantai dua. Dia menempati rumah bersama istrinya dan satu cucunya. “Kami merasa senang. Rumah kami yang dulunya jelek dan kumuh, sekarang jadi rumah yang bagus. Dengan adanya rumah baru ini kami bisa bangga nggak malu dengan orang lain,” tandas Wahono.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: AB Soleh

Sumber: Pemkot Yogyakarta

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X