TITIKTEMU.CO, Perayaan Hari Suci Nyepi tahun baru Caka 1946 atau tahun ini , beriringan dengan awal Ramadan 1445 H. Umat Hindu menyambut Nyepi dengan Tawur Agung Kesanga dan Pawai Ogoh-ogoh, sementara Umat Islam sambut bulan puasa dengan Tarhib Ramadan dan Qiyamul-Lail.
Menag Yaqut Cholil Qoumas menyebut baik Nyepi maupun puasa Ramadan, menjadi momentum yang baik bagi umat Hindu dan Islam untuk melakukan instrospeksi. Umat Hindu melakukan Catur Brata Penyepian, yaitu: Amati geni (tidak menyalakan api), Amati Karya (tidak bekerja), Amati Lelungan (tidak bepergian), dan Amati Lelanguan (tidak menikmati hiburan/bersenang-senang). Sementara umat Islam selama Ramadan menjalani ibadah puasa.
"Catur Brata Penyepian, waktu tepat untuk umat Hindu melakukan kontemplasi. Puasa Ramadan juga sangat baik untuk muhasabah bagi umat Islam. Jadi keduanya adalah momentum instrospeksi," sebut Gus Men.
Baca Juga: Link Download 17 Gambar Hari Raya Nyepi 2024, 11 Maret, yang Estetik untuk Diunduh Gratis!
Dalam semangat instrospeksi ini, sikap saling menghormati sangat penting karena adanya perbedaan ekspresi keberagamaan. Hari Suci Nyepi meniscayakan keheningan, sementara giat mengisi Ramadan, sarat dengan ekspresi syiar (keramaian).
"Mari saling menghormati dalam menjalani ritual ibadah dan tradisi keagamaan masing-masing," sambungnya.
Pawai Ogoh-ogoh dan Tarhib Ramadan juga diperkirakan berlangsung pada momen yang beriringan. Menag meminta Kanwil Kemenag Provinsi bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forkopimda dapat mengatur agar giat keduanya bisa tetap berjalan dengan semangat toleransi.
Artikel Terkait
Link Download 17 Gambar Hari Raya Nyepi 2024, 11 Maret, yang Estetik untuk Diunduh Gratis!
Tradisi Dugderan Menyambut Ramadan Ditengah Hujan , Tetap Khusyu
Pemantauan Hilal Menyambut Ramadan Dilakukan Hari Ini, Ini Dia Titik Pemantauannya
Tradisi Menyambut Ramadan Yang Tak Pernah Terlewatkan Di Kota Solo, Dari Padusan Hingga Nyadran