“Kami berharap dapat memberikan dampak positif dan meluas pada kemajuan pelaku UMKM yang mengikuti ajang ini. Tujuannya jelas untuk menaik kelaskan pelaku UMKM bahkan bisa menembus pasar global. Tentunya melalui pengembangan kapasitas serta kualitas UMKM Indonesia”, ujarnya menegaskan.
Acara tersebut tahun ini berhasil mencatatkan dealing commitment melalui business matching senilai US$ 81,3 juta atau setara Rp1,26 triliun (dengan asumsi kurs Rp15.500 per USD).
Nilai tersebut tercapai setalah dilakukan sebanyak 243 business matching. Adapun target awalyang disasar sebesar US$ 80 Juta. Business matching tersebut dilakukan oleh 86 buyers yang berasal dari 30 negara. Adapun target awalnya 80 buyers dari 25 negara. Negara-negara asal buyers tersebut di antaranya Australia, Canada, Taiwan, Singapura, Malaysia, dan Uni Emirat Arab.
Baca Juga: BRI Berdayakan UMKM Masuk Pasar Global Melalui BRI UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR
Nilai dealing commitment melalui business matching tersebut mengalami peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya. Pada 2019 nilai business matching mencapai sebesar US$33,5 juta, naik pada 2020 menjadi US$57,5 juta dan pada 2021 kembali meningkat menjadi US$72,1 juta. Sedangkan pada 2022 nilainya menembus US$76,7 juta.
“Dengan melihat pencapaian dari tahun ke tahun baik dari sisi ekonomi maupun manfaat besarnya bagi pelaku UMKM, kami berkomitmen terus membenahi program ini agar lebih baik ke depan. Sehingga melalui BRILIANPRENEUR, UMKM Indonesia menembus pasar global dan menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM yang lain dalam meningkatkan kapabilitas dan skala usahanya. Maju terus UMKM Indonesia,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Presiden Joko Widodo Apresiasi Keberpihakan BRI Majukan UMKM
Bukti Pengakuan BRI Sebagai Bank Terdepan Dorong Inklusi Keuangan, BRI Borong Tiga Penghargaan di BI Award 2023
Kerennya, BRI Raih Penghargaan Contact Center Asia Pasific Award 2023
Sukses Jalankan Transformasi, BRI Raih 6 Penghargaan & Dirut Sunarso Dinobatkan Sebagai ‘CEO of The Year 2023’
BRI Peroleh Penghargaan Bergengsi Dari LPS , Karena Inovasi Yang Gencar Dalam Literasi Keuangan