kuliner

Jenang Gempol Temanggung Yang Hanya Dibuat Satu Keluarga

Selasa, 24 Oktober 2023 | 13:00 WIB
Pembuatan jenang gempol masih terjaga dan turun temurun. (Pemprov jateng)

TITIKTEMU.CO, Mengunjungi Desa Wisata “Trah Aji” Traji, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sekilas terlihat biasa. Namun, desa ini sebenanya menyimpan keindahan alam hingga keunikan kuliner mantap tradisionalnya.

Di desa yang berjarak 17 kilometer dari pusat Kota Temanggung ini, yang wajib dinikmati adalah jenang gempol. Jajanan ini tidak mudah didapat di daerah lain, sebab kuliner berbahan tepung beras ini hanya dibuat oleh satu keluarga di desa itu. Hingga saat ini, pembuatan jenang gempol masih terjaga dan turun temurun. Tak berlebihan jika ada sensasi yang berbeda saat menyantap kuliner ini.
 
Pasangan suami-istri Mbah Walmin (72) dan Mbah Jumput (708), yang saat ini masih memproduksi jajanan ini. Kemampuannya itu diturunkan ke anak-cucunya.
 
“Iya, jenang gempol hanya dibuat di keluarga ini. Tidak ada yang lain. Saya juga diajari orang tua dulu, dan sekarang saya tularkan ke anak dan cucu,” ujar Mbah Jumput saat ditemui di kediamannya Desa Traji RT 8 RW 4.
 
Baca Juga: Nostalgi Jajanan Tradisional Di Pasar Brumbung Rembang
 
Jenang gempol, jelas Mbah Jumput, terbuat dari tepung beras. Caranya, beras digiling halus, lalu dikukus dan diaduk kemudian dibuat gempol membulat besar. Selanjutnya dibentuk menjadi bulat kecil-kecil.
 
“Nah, itu kemudian buat jenangnya pakai tepung beras diberi gula merah. Jenang yang sudah jadi diberi gempol dan dibungkus dengan daun pisang,” tuturnya.
 
Ditambahkan, jenang gempol bisa disantap langsung, atau lebih nikmat dicampur dengan santan kelapa. Kekhasan rasa sajian itu akan membuat orang terus kangen.
 
“Bisa dimakan langsung setelah dicampur dan dibungkus daun pisang. Atau lebih enak pakai santan kelapa,” beber Mbah Jumput.
 
Baca Juga: Templek , Penganan Khas Banyumas Dari Tahu Yang Bikin Kangen
 
Mbah Walmin menambahkan, di hari biasa ia bisa memproduksi 120 bungkus untuk dijual di sejumlah pasar tradisional di Temanggung.
 
“Kalau ada pesanan bisa mencapai 1.500 bungkus lebih. Wah, kewalahan kalau ada pesanan banyak, soalnya hanya berdua atau paling dibantu anak-anak,” imbuhnya.
 
 
Yang tak boleh dilewatkan, pengunjung juga  mesti menikmati kuliner mantap lain di pasar jajan tradisional yang diselenggatakan tiap Minggu Legi dan Pahing, di Sendang Sidhukun dua. 

Tags

Terkini

Nastar, Kue Warisan Belanda yang Jadi Ikon Lebaran

Sabtu, 21 Maret 2026 | 07:05 WIB