TITIKTEMU.CO, PRAHA – Kagama Karawitan memukau tamu-tamu pada penampilannya acara resepsi diplomatik yang digelar KBRI Praha, Rabu (23/8/2023) pukul 18.00 waktu setempat.
Sambutan hangat dan tepuk tangan meriah mengiringi lantunan tembang Warung Pojok pada acara tersebut. Mereka turut menari dengan penuh antusias.
Warung Pojok merupakan salah satu dari beberapa tembang yang dipersembahkan Kagama Karawitan untuk menghibur para tamu undangan dan memeriahkan acara yang dihadiri oleh hampir seluruh duta besar dan kalangan diplomatik di Republik Ceko.
Baca Juga: Mulai 1 Januari 2024 Beli Elpiji 3 Kg Wajib Pakai KTP, Segera Daftar !
Kagama Karawitan menampilkan lima orang wirasuara dengan iringan sembilan orang penabuh gamelan, yang semuanya hadir langsung dari Indonesia.
Dalam perhelatan di Hotel Hilton Praha ini, Kagama Karawitan mendapat kesempatan untuk tampil solo dengan memainkan tetembangan berlaras slendro ciptaan Ki Narto Sabdo, seperti Mbok Yo Mesem, Warung Pojok, Dara Muluk, dan Kudangan serta Kae Lho ciptaan Ki Tjokro Warsito.
Pada pementasan ini para anggota Kagama Karawitan mengenakan kostum aneka baju adat tradisional dari berbagai derah di Indonesia, dengan maksud untuk menunjukkan keberagaman Indonesia.
Kagama Karawitan tampil dengan konsep interactive performance dimana para penampil dan audiens melebur menjadi satu dan menari bersama.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Ceko, Kenssy D. Ekaningsih, menyampaikan respons positifnya terhadap pementasan Kagama Karawitan ini.
“Kami menyelenggarakan resepsi diplomatik yang sangat luar biasa karena kami menampilkan budaya Indonesia yang sangat luar biasa dengan menampilkan kesenian karawitan dari Indonesia,” kata Kenssy.
Baca Juga: UGM Ajak Mahasiswa Asing Mengenal Indonesia Lewat Batik dan Gamelan
Sementara ketua Kagama Karawitan, Swasti Atika menyampaikan pementasan di Praha menjadi debut Kagama Karawitan untuk memperkenalkan budaya Indonesia khususnya karawitan Jawa di kancah internasional.
“Acara resepsi diplomatik yang dihadiri menteri perdagangan Republik Ceko dan seluruh perwakilan negara-negara di Republik Ceko menjadi panggung yang sangat tepat agar seni karawitan terekspos dunia internasional,” jelas Atika.
Artikel Terkait
Kagama Lakukan Penghijauan di Kawasan Hutan Kritis Jepara, Tanam 8000 Bibit Pohon
UGM Yogyakarta Tempati Peringkat 50 Kampus Terbaik versi THE Impact Rankings 2023
Fakultas Biologi UGM Perkenalkan Pengelolaan Sampah Efektif
UGM Ajak Mahasiswa Asing Mengenal Indonesia Lewat Batik dan Gamelan
Tim UGM Turun Ke Imogiri Bantul Mendukung Kawasan Agro Edu Techno Park