TITIKTEMU.CO SEMARANG - Seseorang diduga sengaja menyiram enam pohon jenis pule yang ditanam oleh Pemkot Semarang sebagai peneduh di Jalan Gajahmada dengan cairan sejenis solar.
Pohon-pohon peneduh yang telah mati di Jalan Gajahmada diketahui oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Semarang setelah mendapatkan informasi dan dilakukan pengecekan langsung ke lapangan.
Pohon pule yang tingginya mencapai empat sampai lima meter ini sebenarnya sudah tumbuh subur semenjak ditanam beberapa tahun lalu.
Baca Juga: Gelar Operasi Yustisi, Satpol PP Kota Semarang, Pergoki 4 Muda-Mudi Lagi Asyik di Kamar Kos
Baca Juga: Ada Isu Ayam Kampus yang Manfaatkan Kost untuk Tempat Mesum, Satpol PP Kota Semarang Gencarkan Razia
Namun beberapa hari ini, tiba-tiba pohon tersebut daunnya berubah menjadi coklat dan meranggas dan memunculkan tanda-tanda mati. Hasil pemeriksaan oleh DPU Kota Semarang, diduga pohon itu telah disiram minyak oleh orang yang tak bertanggung jawab.
"Sepekan lalu pohon ini masih tumbuh subur. Tapi tiba-tiba mati, gak tau sebabnya," ungkap Budi, warga sekitar Jalan Gajahmada Semarang, baru-baru ini.
Baca Juga: Robohkan 34 Rumah Tanpa Ijin, Kasatpol PP Kota Semarang Ucapkan Terima Kasih kepada Penghuni
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suriyaty menegaskan, pihaknya segera merespon dan mengambil tindakan cepat langkah-langkah untuk menyelamatkan pohon peneduh jalan tersebut.
Untuk saat ini , terdata ada enam pohon yang ada di Jalan Gajahmada. Dugaan sementara, pohon disiram dengan sengaja menggunakan cairan jenis solar atau oli agar pohon menjadi mati.
"Saat ini langkah kami sedang mengupayakan mengambil sampel tanah yang sudah disiram dengan cairan itu. Setelah kami survei dan cek ke lapangan kami temukan tanah ini memang ada cairan seperti solar. Bahkan, disiram mulai batangnya dan tanahnya juga," ungkapnya
Baca Juga: Uji Coba Bus Listrik Karya Anak Bangsa di Kota Semarang
Usaha menyelamatkan pohon-pohon tersebut dilakukan Bina Marga dengan mengambil media tanah sampai sedalam-dalamnya, kemudian diganti media tanah yang baru.
"Sebelumnya kejadian serupa juga pernah terjadi seperti kasus ini. Kami telah mengganti media tanamnya dengan yang baru. Lalu kok ini disiram lagi. Meski begitu, kami tetap mengganti dengan media yang baru, kami harap pelaku sadar, pohon ini juga punya hak untuk hidup. Kan pohon ini bermanfaat sekali sebagai peneduh jalan, apalagi sebagai penyumbang udara bersih," jelasnya
Ia menghimbau agar masyarakat bisa ikut menjaga, merawat pohon penduh jalan. Karena pohon peneduh ini sangat bermanfaat untuk masyarakat sekitar.
Baca Juga: Makin Aman Makin Smart, Ronda Online Lewat Puluhan Ribu CCTV di Kota Semarang
"Saya imbau tolong masyarakat bisa ikut menjaga bersama pohon peneduh jalan yang sudah ditanam dan tumbuh besar. Kalau rindang, banyak manfaatnya untuk semua masyarakat. Di antaranya sebagai peneduh jalan, penyumbang oksigen, dan untuk keindahan estetika kota. Mari kita melestarikan, jangan dirusak, atau diracun," pintanya***
Artikel Terkait
Enak Ya, 500 Driver Ojol Baru Di Kota Semarang Bakal Dipinjami Motor Listrik Buat Kerja
Asyik, Sudah Lama Ditutup Fasilitas Olahraga Di Kota Semarang Akhirnya Kembali Dibuka
Patut Dicontoh, Testing Covid-19 Kota Semarang Capai 6 Kali Lipat Standar WHO
Dua Desa Tematik di Kota Semarang Raih Penghargaan Trisakti Tourism Award 2021
Bank Sampah Induk Kota Semarang Kerjasama dengan Pengepul