Kereenn...Solo Akan Memiliki Hotel Bintang 5 Lagi Yang Tetap Mempertahankan Cagar Budaya

photo author
Budi Harjo Kusumo, TitikTemu.co
- Senin, 20 September 2021 | 09:47 WIB
Ruang 45 Hotel Dana tempat Presiden Soekarno pernah menginap (pic. Budi Kusuma TITIKTEMU.CO)
Ruang 45 Hotel Dana tempat Presiden Soekarno pernah menginap (pic. Budi Kusuma TITIKTEMU.CO)
 
TITIKTEMU.CO, SOLO - Kota Solo, akan mempunyai hotel bintang 5 di Kawasan Jalan Slamet Riyadi. Hotel yang akan merupakan pengembangan hotel sebelumnya akan dibangun senilai 500-600 miliar rupiah.
 
 Ya, hotel berumur 69 tahun itu adalah Hotel Dana. Seperti diketahui Hotel Dana memiliki histori tersendiri. Salah satunya, di tengah bangunannya terdapat cagar budaya, yang tak lekang termakan jaman. 
 
 
Salah satu kamar dengan nomor 45, di Hotel Dana, pernah menjadi tempat Presiden RI pertama Soekarno menginap saat melakukan kunjungan kerja di Solo
 
"Awalnya itu, Presiden Soekarno melakukan  kunjungan kerja di Surakarta. Usai kunjungan kerja akhirnya Soekarno ditawari untuk menginap di Kraton Kasunanan, atau Mangkunegaran." ungkap KH Eman Suryaman, Komisaris Utama PT Layani Nadlatul Ulama (LNU).
 
"Karena merasa tidak enak (sungkan), akhirnya Soekarno memutuskan untuk menginap di Hotel Dana, satu satunya hotel megah yang berada di Surakarta pada jamannya," tambah Eman
 
Sebelum dibangun Hotel Dana, tempat ini  adalah milik Gusti Pangeran Haryo (GPH) Purbonegoro, yang merupakan putra dari PB X Raja Kraton Kasunanan Surakarta.
 
Singkat cerita, akhirnya tempat tinggal salah satu putra PBX tersebut dibeli oleh Pura Mankunegaran. 
 
"Itu kisaran Tahun 1912 sampai 1922, detilnya di tahun berapa saya kurang tahu, akhirnya dibeli Mangkunegaran, hingga kini," urai Eman Suryaman.
 
"Hingga akhirnya kemerdekaan RI, aset bangunan itu di tangan Pemerintahan RI, dan baru di Tahun 1953 dibangunlah Hotel Dana dibawah naungan Pemerintah Daerah (Pemda)."
 
Ruang di Hotel Dana yang termasuk warisan budaya
Ruang di Hotel Dana yang termasuk warisan budaya (pic. Budi Kusuma TITIKTEMU.CO)
 
Selain itu, Eman Suryana menjelaskan, pada tahun 1991, akhirnya bangunan Hotel Dana bisa kembali dikelola Mangkunegaran.
 
"Pada tahun 1991 muncul Keputusan Presiden (Kepres) mengenai pengalihan sebagian aset RI. Adanya hal tersebut, akhirnya tempat itu bisa dikelola kembali oleh Mangkunegaran hingga kini."
Ruang tengah Hotel Dana yang termasuk cagar budaya
Ruang tengah Hotel Dana yang termasuk cagar budaya (pic. Budi Kusuma TITIKTEMU.CO)
 
Hingga kini, Hotel Dana masih berdiri kokoh di pusat Kota Solo. 
 
Rencananya, Hotel Dana ini akan dikembangkan direnovasi kembali menjadi bintang 5. PT LNU dengan Yayasan Soeryo Soemirat Mangkunegaran, dan merenovasi dan mengembangkan hotel itu dengan biaya biaya 500 hingga 600 miliar rupiah.
 
"Biayanya kisaran 500 hingga 600 Milyar Rupiah. Dan direncanakan jadinya 3 Tahun ke depan, kita mulai tahun depan," ungkap Dirut LNU, Seno Aji.
 
Sementara, Diretur Utama (Dirut) PT Hotel Dana Permai, BRM Roy Rahajasa Yamin menjelaskan, bahwa bangunan Hotel Dana yang luasnya 11 Ribu Persegi akan dikembangkan lagi pembangunannya.
 
"Memang karena bangunan yang sudah tua ini tentu butuh renovasi, restorasi, supaya sejalan dengan perkembangan jaman. Sayang kalau enggak dikembangkan karena lokasinya sangat strategis."
 
Roy juga menambahkan, rencananya restorasi Hotel Dana ini juga akan menambah kamar sebanyak 250, dan tidak merubah bangunan utama hotel.
 
"Kita tidak akan merubah, bangunan utama yang di mana itu adalah cagar budaya. Jadi kita nanti juga akan berkoordinasi dengan Pemkot Solo, diperbolehkannya berapa lantai juga."
 
Hal itu dijelaskan Roy, usai melakukan penandatanganan nota kesepahaman mengenai perenovasian Hotel Dana antara PT LNU dengan Dirut PT Hotel Dana Permai yang berlangsung di Puro Mangkunegaran pada Minggu, (19/09/2021).***
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X