“Wis ayo pak gek ndang disuntik, tak deloki hayo. Masak awake gedhe kok jirih (badannya besar kok penakut),” ujar Ganjar seraya bercanda, seperti dikutip titiktemu.co dari laman Humas Pemprov Jateng www.jatengprov.go.id
Baca Juga: Adaptasi Kebiasaan Baru Ini Sebelum Melakukan Aktivitas Di Luar Rumah
Vaksinasi di Unimma dengan tajuk Bergerak Menginspirasi Vaksinasi untuk Negeri itu bisa menghabiskan 800 dosis vaksin dalam sehari.
“Satu titik bisa 800 bagus ini. targetnya 5.000 tapi satu Minggu. Usulan saya malah kalau bisa ditambah titiknya tidak hanya satu titik, bisa dua titik, tiga titik, syukur bisa lima titik. Jadi habisnya nggak perlu satu Minggu, dua hari selesai,” tegasnya.
“Saya minta prioritasnya tetep carilah lansia, bisa juga nanti bekerja sama dengan BPJS. BPJS itu punya data, anggota BPJS yang memang punya penyakit bawaan, itu boleh disuntik dulu,” katanya.
Baca Juga: Hati-hati, Efek Long Covid. Penelitan Sebutkan Sakit Covid-19 Parah Bisa Turunkan Kecerdasan
Ganjar juga berpesan kepada tenaga kesehatan untuk tidak lupa menginput data pada aplikasi Pcare dan SMILE. Sehingga, stok vaksin bisa terus dikirim oleh Kemenkes. (leo)***